Bering Harjo, kalau ke Jogja harus mampir....

     Kalau kita ke Jogja, obyek wisata yang harus dikunjungi adalah Malioboro tentu saja. Berjalan jalan disepanjang Malioboro dari selatan di titik nol kilometer sampai utara, yakni setasiun tugu, tentu nggak lengkap kalau nggak mapir ke pasar Bering Harjo yang legendaris itu. Dulu, pasar ini ya seperti pasar tradisional biasa. Namun seiring dengan perkembangan jaman, perkembangan pariwisata, pasar in i telah berbenah dan kini sudah menjadi obyek wisata, tujuan wisata bagi wisatawan lokal maupun asing yang mengunjungi Jogjakarta.
     Memasuki pasar Bering Harjo ini kita sudah dihadang keruwetan, karena persis didepan pintu masuk, merupakan kawasan batik yang sangat ramai pengunjung. Apabila kita terus masuk kedalam, ternyata pasar ini terbagi menjadi dua bagian yang dipisahkan oleh sebuah jalan. Di bagian timur sebenarnya sudah masuk kawasan ketandan, namun sekarang orang akan tetap menganggap bahwa itu juga kawasan pasar Bering Harjo.
     Seiring dengan perkembangan, apa saja yang dapat kita jumpai di pasar yang legendaris ini?

Pusat Batik
     Pusat batik ada di lantai 1, persis didepan pintu masuk. Menempati areal yang sangat luas, los dan kios dengan banyak gang kecil dan penuh sesak oleh pengunjung serta tumpukan kain batik. Disini kita mempunyai banyak pilihan, mulai dari batik halus, batik cap dan batik printing. Mulai dari bahan belum jadi, sampai hem, rok dan busana jadi lainnya. Juga tas batik, celana pendek batik dan celana panjang batik, semua ada tinggal pilih sesuai keinginan kita.
     Mengenai harga tentu saja sebagai pasar yang masih termasuk pasar tradisional, maka tawar menawar perlu dilakukan. Tapi jangan kawatir, kalau toh ada tawar menawar, harganya tidak terlalu jauh kok. Disamping kain baik, busana batik per potong, kita juga bisa membeli grosiran untuk dijual lagi. Harganya tentu saja berbeda.
 
Busana Muslim
     Di lantai atas kita bisa menjumpai aneka busana muslim, baik untuk pria maupun wanita. Juga aneka jilbab, kerudung, pasmina dan pernik persik asesori busana muslim dapat kita jumpai disini. Mulai dai harga yang dihitung perpotong sampai yang kodian untuk dijual lagi, semua dapat kita jumpai.
     Disamping busana muslim, kita juga bisa menjumpai aneka busana masa kini dan pakaian sehari hari. Terselip diantara kios busana muslim, kita bisa menemukan aneka hem, kaos, T shirt dan pakaian kebanyakan lainnya.
Pakaian jawa/ pengantin
     Jika kita ingin pakaian jawa, beskap, surjan, blankon dan perlengkapan pakaian jawa lainnya, kita juga bisa menemukan disini. Letaknya menyambung dengan kios/ los batik. Bila kita ingin beskap gaya Jogja atau gaya Solo, lengkap dengan kain panjangnya, ikat pinggang, selop, blangkon dsb, semua tersedia disini.
     Demikian juga pernak pernik busana pengantin jawa, dapat kita jumpai disini. Bhakan busana pakaian pengantin moderenpun kita bisa menjumpai disini. Mungkin para pedagang juga menyesuaikan, karena permintaan pasar.

Pernik/ asesori/ handicraft pernikahan
     Bingung memperoleh cendera mata bagi tamu di acara pernikahan?. Jangan kawatir, disini banyak sekali kios yang menyediakan. Mulai yang berbentuk kipas sederhana, dompet kecil sampai yang lebih bagus lagi, tergantung selera dan kantong kita. Harga tentu disesuaikan dengan barangnya.
Emas
     Pedagang emas ini semestinya termasuk cikal bakal keramaian pasar Bering Harjo. Namun seiring dengan penataan pasar, pedagang emas sekarang telah ditempatkan di sebelah belakang yang sebenarnya sudah masuk kawasan ketandan. Berderet deret, karena pedagang emas biasanya etnis Cina, maka kawasan ketandan ini bagaikan kawasan pecinan. Mereka juga tinggal disini, yakni dilantai atas. Jadi sebelum ada istilah ruko, mereka sudah mengenalnya sejak beberapa dekade yl.
    Perdagangan emas ini juga diramaikanoleh pedagang emas kaki lima, yakni yang hanya bermodalkan timbangan emas, alat untuk melihat kadar emas, yang diletakkan diatas meja kecil dan kursi sekedar untuk duduk. Pedagang emas kaki lima ini biasanya menerima perhiasan emas yang sudah rusak, yang hilang nota pembeliannya dan yang agak dikit dikit gelap, untuk dijual lagi.
 
Barang antik/ Barang bekas
     Barang antik, barang bekas, ini juga termasuk cikal bakal keramaian pasar Bering Harjo pada awalnya dulu. Menempati gang sebelah utara pasar dan di lantai 3. Kita bisa menemukan keris kuno, patung patung perunggu, lukisan dan barang antik lainnya. Berburu barang antik termasuk sesuatu yang mengasyikkan.
     Selain itu kita juga bisa memperoleh keris sebagai asesori busana jawa, mulai keris yang hanya sekedar kelengkapan busana/ pajangan, sampai keris antik yang berumur cukup tua. Namun ada juga keris baru yang belum mempunyai gagang dan warangka.
     Namun untuk barang bekas ini yang terasa hilang adalah baju baju bekas. Mungkin sudah digeser lebih ketimur. Padahal baju bekas ini juga sangat mewarnai keramaian pasar Bering Harjo tempo dulu. Mahasiswa yang kahabisan uang biasanya akan lego pakaian disini.

Sembako/ sayur/ kebutuhan dapur
     Jangan dianggap sebagai kelengkapan sebuah pasar, yang harus ada los untuk barang yang satu ini, sayur mayur, buah, sembako dan bahan kebutuhan sehari hari lainnya juga masih dapat kita jumpai disini.  Letaknya dibagian belakang, bahkan ada tempat untuk bongkar muat sayuran, buah dsb.

Kuliner
     Nah, sekarang semua pasar tradisional juga dilengkapi dengan pusat jajanan/ kuliner, untuk menarik pengunjung, menyediakan makan bagi pengunjung maupun para pedagang. Kuliner di pasar Bering Harjo ini sangat beraneka macam, tinggal bagaimana selera kita
     Di bagian depan, depan pintu masuk, kita dapat menjumpai  pecel dengan aneka sayuran hijau, lauk sate telur puyuh, bacem tahu, tempe dan burung puyuh serta masih banyak lagi. Juga aneka minuman, seperti dawet, es buah dsb.
     Di lantai 3 ada puja sera yang menyajikan aneka makanan. Kita bisa menjumpai soto, sate, bakmi dan makanan lainnya. Lengkap tersaji dalam suasana yang enak.
     Nah, kalau ingin merasakan makanan rakyat, kelas bakul atau pengunjung menengah kebawah, dilantai 1 bagian belakang kita bisa menjumpai warung soto, ramesan, gule dan lain masakan yang disediakan untuk para pedagang dan pengunjung dengan harga yang lebih murah.
 
rempah rempah/ jamu 
     Di Pasar bering harjo ini kita juga bisa menjumpai kios kios yang menjual aneka rempah rempah dan jamu jawa seperti jamu godogan, jamu siap seduh dan jamu ramuan. Kita dapat juga menjumpai misalnya gula jawa rasa jahe, tinggal diseduh sudah rasa jahe.
    Seiring kemajuan jaman, disini juga disediakan aneka bahan baku aroma terapi untuk keperluan spa dan salon atau untuk dipakai sendiri. 

Aneka kebutuhan rumah tangga/ dapur
    Jika kita ingin dandang, panci, ember dsb, dipasr ini masih ada deretan toko, kios yang menyediakannya. Juga peralatan untuk katering dan dapur untuk rumah makan, dapat kita jumpai disini.

Nah, dengan lengkapnya pasar Bering Harjo, pasar yang legendaris ini, jangan lewatkan kalau suatu saat ke Jogja, mampirlah ketempat ini. Dikatakan legendaris karena pasar ini yang membangun adalah pada masa Sri Sultan Hamengkubuana I, sebagai pasar kerajaan pertama kalinya, untuk menggerakkan roda perekonomian rakyatnya.
Pasar ini juga bisa menjadi contoh bagaimana revitalisasi pasar tradisional menjadi pasar yang representatip dan menarik, tanpa harus menghilangkan sifat sifat tradisionalnya. Jadi jangan hanya menggusur dan menggantinya dengan mal atau pasar moderen lainnya. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ayam Paniki, modifikasi masakan daging codhot....

     Di Minahasa sana ada satu pasar yang menjual aneka macam daging. Disamping daging hewan ternak yang sudah biasa kita makan seperti ayam, kambing, sapi, babi dsb, ada juga dijual daging yang tidak biasa kita makan. Sebut saja anjing, tikus hutan, ular, kalong/ codhot atau kelelawar pemakan buah buahan. Tampilan dari daging hewan hewan tsb dipasar cukup mengerikan. Anjing, seudah dipotong, segera dibakar dengan bara api sehingga seluruh bulunya habis, lalu dikerok dan dipajang diatas meja. Masih kelihatan utuh dengan mulut meringis, hii mengerikan. Demikian juga tikus hutan, paniki dsb dibakar bulunya dulu baru dipajang diatas meja. Ini memang termasuk pasar yang terkenal karena menjual daging yang tidak biasanya. Ada anekdot, bahwa orang minahasa itu pemakan segala macam daging, kecuali daging neneknya, hahaha.....
     Persoalannya, kalau kita kaum muslimin, tentu tidak akan bisa menikmati masakan eksotis itu. Daging hewan yang tersebut diatas tadi bagi kaum muslimin tentu saja diharamkan. Jangan kawatir, ternyata sudah ada modifikasinya. Masakan daging eksotis tsb tetap dibuat dengan bumbu dan cara memasaknya, namun dagingnya diganti dengan daging hewan ternak yang halal menurut syariat Islam. Contohnya saja, Rica rica erwe, sebenarnya adalah masakan daging anjing. Lalu dengan sedikit modifikasi bumbu dan daging anjing diganti dengan daging entog, maka jadilah masakan rica rica yang terkenal itu. Maskan babi kecap dibuat persis seperti memasak babi kecap, tapi dagingnya diganti dengan daging kelinci utuh, ditampilkan mekungkung/ tengkurap utuh diatas nampan, maka jadilah babi kecap, tapi dengan daging kelinci.
     Nah, ini ada satu modifikasi lagi, yakni resep Ayam Paniki, yang merupakan modifikasi dari masakan paniki/ kalong, codhot/ kelelawar pemakan buah buahan.

Ayam Paniki
Bahan
  • 1 ekor ayam kampung agak muda( sebagai pengganti daging paniki)
  • 1 buah jeruk nipis
  • 10 siung bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 10 buah lombok merah jemprit
  • 1 ruas jahe
  • 2 helai daun pandan
  • 1 butir kelapa parut dibuat santan
  • 1 sendok teh merica
  • garam dan vetsin secukupnya.
  • 1 buah hati ayam
Cara memasak 
  • daging ayam dicuci bersih, lalu dipotong menjadi beberapa bagian, diberi air jeruk nipis, garam dan merica bubuk secukupnya, diamkan beberapa lama.
  • bwang merah, bawang putih, lombok dan jahe ditumbuk halus, lalu ditumis bersama daun pandan sampai tercium bau harum, tambahkan garam dan merica secukupnya, lalu masukkan potongan daging ayam, aduk sampai bumbu merata. Selanjutnya air santan dimasukkan dan dimasak terus sampai empuk dan air mengental.  
  • bila air santan telah mengental, angkat daging ayam lalu dibakar diatas bara sampai berwarna kecoklatan, angkat dan sajikan diatas piring.
  • hati ayam direbus, lalu diuleg lembut dan dicampurkan dengan sisa santan rebusan, dimasak terus sampai mengental, lalu dituangkan keatas daging ayam yang sudah dibakar. Siap disantap, setidaknya kita bisa menikmati codhot tanpa takut haram, lha wong sudah diganti dengan daging ayam........  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

City tour, apa yang bisa dilihat.......

     Pada acara pertemuan, diklat, seminar, rapat dsb disebuah kota, tidak jarang panitia menyiapkan acara city tour. Peserta diajak untuk berkeliling kota melihat kota tempat acara diadakan. Banyak obyek obyek yang bisa dilihat, namun tidak jarang city tour tsb hanya berakibat kecewa karena tidak ada obyek yang bisa diandalkan. Pada acara seperti itu, city tour adalah sarana untuk memamerkan kota kepada peserta.
     Mestinya Pemerintah daerah atau Dinas Pariwisata setempat sudah mulai memikirkan, apabila suatu saat ada event dikotanya, apa yang bisa dipamerkan kepada peserta event? Apabila peserta diajak keliling kota, apa yang bisa diandalkan untuk dipamerkan? Dengan city tour, suatu kota akan berbenah dan bisa menata kotanya sehingga layak untuk dipamerkan. Sekarang, jangankan untuk dipamerkan kepada orang luar, apalagi untuk destinasi wisata, lha wong untuk dinikmati warganya saja, kadang tidak bisa. Nah kalau sebuah kota akan disiapkan untuk city tour, apa yang kira kira bisa diperbuat.

Kota tua, bangunan kuno
     Kota kota yang bisa mempertahankan bangunan bangunan tua, biasanya akan menjadi daya tarik wisatawan. Bahkan kalau bangunan tua tersebut berada dalam satu kawasan dan terjaga kelestariannya, maka akan disebut kota tua. Banyak kota yang bisa mempertahankan bangunan tuanya seperti misalnya Semarang dengan gereja blenduk dan sekitarnya yang lalu disebut kota tua. Klenteng Sam Po Kong, Lawang sewu dsb. Di Jogjakarta, maka kilometer nol akan menjadi andalan bangunan bangunan tua. Gedung Agung, benteng Vredeburg, gedung BI, Kantor pos dan museum, semua merupakan bangunan tua yang akan menarik wisatawan. Demikian juga Bandung, Surabaya, Malang dan Jakarta, semua punya itikat untuk mempertahankan bangunan tua, kota tua, sebagai daya tarik wisata.
     Kota Magelang sendiri juga bisa mengandalkan bangunan tua, antara lain gedung Bakorwil II yang dulunya karesidenan Kedu, tempat P. Diponegoro ditangkap Belanda. Bangunan lain seperti komplek militer, RST dsb, bisa untuk destinasi wisata.

Museum
     Jejak masa lalu yang disimpan dalam museum, akan menjadi daya tarik wisata bagi yang menggemarinya. Barangkali Jakarta yang terdepan dalam hal ini, karena disana banyak terdapat museum yang layak dikunjungi, baik sebagai destinasi wisata maupun untuk belajar bagi siswa sekolah.
     Di Magelang sendiri walau kota kecil, namun disini banyak berdiri museum seperti museum Diponegoro, museum Sudirman, museum Abdul Djalil di Akmil, museum Bumi Putera, museum Keuangan dsb. Semua apabila dikelola dengan baik disertai promosi yang gencar akan menjadi obyek wisata yang bisa diandalkan.

Taman publik
    Jangan membayangkan Tahir square di Cairo, Tianamen di Beijing, atau taman taman di LOndon, Hongkong dsb yang bisa menjadi tempat berkumpul warga dan daya tarik wisatawan. Banyak kota di Indonesia yang tidak mempunyai taman umum, ruang publik, tempat warganya rindu untuk datang, sekedar duduk duduk, tempat warga berinteraksi. Ini akan menjadi daya tarik wisata, terutama wisata lokal.
    Memang ada alun alun disetiap kota. Tapi banyak alun alun yang sudak diokupasi oleh kaki lima, warga tertentu sehingga tidak nyaman untuk wisatawan.
     Taman taman lain bisa untuk destinasi wisata, misalnya taman pantai, pinggiran sungai yang ditata apik, juga taman taman tematik sebagai upaya pelestarian l,ingkungan.

Kuliner
     Kalau yang ini biasanya dapat diandalkan. Banyak pemerintah daerah yang tertarik untuk mengembangkan wisata kuliner yang khas di daerahnya. Pusat pusat kuliner banyak dibangun dengan representatip sehingga menarik  wisatawan
    Disamping pusat pusat kuliner, juga ada rumah makan yang khas suaru daerah. Biasanya yang seperti ini akan diserbu wisatawan. Ada satu rumah makan yang mengembangkan khas msakan laut, ada yang khas bebek, pokoknya yang beda beda dengan yang lainnya.

Pusat oleh oleh/ cendera mata
     Kalau kita mengunjungi suatu daerah, tentu kita ingin membawa pulang apa yang khas dari daerah tsb. Bisa berupa makanan khas, bisa berupa barang khas yang tidak ada di kota lain. Gudeg, getuk, bakpia, wingko babat, bandeng presto dsb
    Di kota kota tujuan wisata, akan berkembang toko toko yang menyajikan oleh oleh khas daerah masing masing

Mal
     Wah ini yang justru ramai dikunjungi wisatawan, namun wisatawan lokal. Satu kecenderungan, yakni kota berlomba lomba untuk membangun mal. Namun agar mal tsb mempunyai arti sebagai tempat tujuan wisata, mestinya disitu juga dibangun misalnya grosir, batik, bordir, cendera mata khas dsb. Kalau selama ini yang terjadi, mal hanya akan menerik wisatwan lokal, orang orang sekitar kota untuk cuci mata.

Kampung tematis
     Ini trend baru, membangun kampung kampung diperkotaan dengan tema tema khas. "One Village One product"  Sekarang banyak bermunculan kampung batik Lawiyan di Solo, Kampung batik Kauman. Ada juga kampung dengan kerajinan tertentu, lalu disitu diperagakan cara membuatnya, lalu ada show room yang memajang hasil kerajinan. Sayang kadang harga di show room di desa tsb lebih mahal dibanding tempat lain.
      Kampung tematis lain yang bisa menjadi daya tarik wisatawan misalnya kampung yang membuat kegiatan pengolahan sampah, daur ulangnya, memilahnya, mengolah menjadi kompos, mengolah menjadi kerajinan lain dsb.
     Ada juga yang lagi ngetrend dan bisa untuk wisata pendidikan, yakni kampung inggris, dimana oranmg satu kampung diharuskan berbicara dalam bahasa inggris. Ini akan menjadi daya tairik, banyak anak sekolah yang menyempatkan kesini untuk memperlancar ber cas cis cus.

Kota yang kehilangan masa lalunya
    Banyak yang bisa dikerjakan oleh pemerintah daerah untuk membangun, sehingga kota itu menarik untuk city tour. Apa bila suatu saat ada event tertentu di kota itu, maka panitia tidak akan bingung bingung menyelenggarakan city tour, karena banyak obyek yang layak dipamerkan.
     Sayang pembangunan yang pesat kadang tidak berpihak kepada bangunan bangunan lama. Banyak bangunan lama yang dihancurkan, diganti bangunan baru yang modern, mal, supermarket, pasar moderen dan bangunan lain.
     Kotaku di Karanganyar sana, barangkali apabila ditanya, seperti apa wajah Karanganyar 50 tahun yang lalu, tidak ada yang bisa menjelaskan. Semua bangunan tua telah lenyap diganti bangunan baru yang akan mengubur sejarahnya. Kotaku betul betul telah kehilangan masa lalunya.

Lalu kalau city tour sepertinya menjadi salah satu acara tambahan pada satu event di suatu kota, mestinya pemerintah daerah setempat mulai memikirkan, apa yang bisa diandalkan, apa yang bisa dipamerkan.
Lalu mestinya juga memikirkan rute, onyek yang kan dikunjungi. Taruhlah bila ada one day tour, bagaimana rutenya, obyek apa yang dikunjungi dsb. Nah, Pemda cq Dinas Pariwisata, selamat bekerja. uji coba mungkin bisa dilakukan untuk para pejabat, anak sekolah dsb untuk diajak city tour.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Lingkaran setan angkutan umum..........

     Suatu hari aku pernah berkendaraan dari Secang ke Temanggung yang berjarak lk 11 km. Iseng iseng aku menghitung berapa banyak aku berpapasan dengan bis mini/ engkel/ bis kecil roda 4. Waduh, ternyata pada jarak 11 km itu aku berpapasan 35 bis. Artinya setiap 300 m ada satu bis. Penumpangnya? barangkali hanya satu dua saja. Untuk setoran, untuk makan sopir, kondektur dan kernet, nanti dapet uang berapa ya.. mreka ?. Karena nyari setoran, uang BBM, uang makan dsb, tidak jarang mereka ngebut saling berebut, namun lebih sering mereka mengetem nunggu penumpang. Akibatnya penumpang merasa tidak nyaman. Akibat selanjutnya lebih baik beli sepeda motor, lalu jalanan semakin macet, lalu penumpang angkutan umum semakin sedikit, lalu pendapatan mereka berkurang, lalu mereka tidak bisa memperbaiki kerusakan, lalu angkutan umum semakin jelek, lalu penumpang semakin ogah...lalu...lalu...
     Angkutan umum yang semakin tidak representatif, inilah yang mungkin mendorong orang untuk memiliki kendaraan pribadi, baik mobil maupun sepeda motor. Orang menjadi malas naik angkutan umum. Maka jangan heran kalau konsumsi BBM bersubsidi meningkat tajam. Kendaraan pribadi, baik roda 4 maupun roda 2 semakin tidak terkendali, kemacetan semakin menjadi jadi. Disisi lain, jelas pendapatan para awak angkutan umum semakin sedikit. Dibawah UMR, maka tetaplah mereka dibawah garis kemiskinan. Lalu dari mana kita akan mengurai persoalan ini?.

Perbaiki pelayanan kendaraan umum
      Orang semakin malas naik kendaraan umum, angkutan dalam kota/ angkot, angkutan pedesaan maupun bis antar kota, lantaran angkutan umum tsb semakin tidak nyaman. Kendaraan yang sudah rusak karena pemilik tidak mampu memperbaiki, suka ngetem, banyak copet, panas, sumpek kumuh dan setumpuk keluhan lainnya. Ini mesti segera diatasi! Bagaimana agar angkutan umum mempunyai penam,pilan yang lebih oke, nyaman dinaiki, tidak ngetem, tepat waktu dsb bla bla bla....

Batasi jumlah kendaraan umum
     Jumlah kendaraan umum yang sangat banyak menyebabkan persaingan dalam m,encari penumpang, akibatnya kebut2an diwaktu ramai penumpang dan ngetem diwaktu sepi penumpang. Penumpang menjadi tidak nyaman. Saya masih ingat dulu, jumlah angkutan kota itu disurvei lebih dulu. Dinas LLAJR menentukan, angkutan kota didalam kota Magelang dibatasi misalnya 300 buah, dengan perincian jalur 1 sekian kendaraan, jalur 2 sekian, dsb sehingga jumlah tsb cukup untuk penumpang, tidak terlalu jarang sehingga penumpang harus lama menunggu, tapi juga tidak terlalu banyak yang mengakibatkan persaingan antar angkota. Pembatasan ini perlu disurvei lagi dan diterapkan dengan tegas. Ini juga akan memberi kepasstian para sopir dan awak angkota akan penghasilan mereka. JIka terlalu banyak angkota, penumpang hanya sedikit, penghasilan merekapun akan sangat sedikit.

Tindak angkutan plat hitam
      Plat hitam ini juga biang keladi ketidak tertiban angkutan umum. Rute rute yang tidak dijamah oleh angkutan resmi/ plat kuning, atau rute terusan, biasanya diisi oleh angkutan plat hitam. mungkin penumpang diuntungkan, namun demi tegaknya peraturan, mestinya angkutan plat hitam ini ditindak. Inilah demokrasi yang kebablasan. Suatu saat ada razia angkutan plat hitam, eh malah para sopir angkutan plat hitam berdemo...."kami kan juga punya hak untuk mencari nafkah, bukan hanya yang plat kuning..." Dan pemerintah tidak bisa menyelesaikan kasus ini. Jadilah plat hitam masih beroperasi. 

Terapkan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi
      Nah, setelah angkutan umum dibenahi, sehingga representatif bagi para pengguna kendaraan, maka masyarakat perlu digiring untuk menggunakan kendaraan umum saja pada aktifitas rutin mereka. Kekantor misalnya, kalau menggunakan kendaraan pribadi, paling kendaraannya akan diparkir dihalaman kantor selama 7 - 8 jam, menunggu saat pulang kantor. Kalau halaman kantor penuh, akan diparkir dipinggir jalan yang akibatnya akan mengurangi lebar jalan. Biang macet lagi.
     Demikian juga antar jemput anak sekolah. Ini juga biang kemacetan jalan didepan sekolahan. Antar jemput ini juga menyebabkan anak tidak mandiri dan selalu tergantung orang tua. Kalau masih TK atau SD sd kelas 3 okelah, tapi kalau sudah SMA kok masih diantar jemput, nantyi jadi anak yang tidak bisa mandiri. Dorong mereka untuk naik kendraan umum saja.
     Ini juga biang kemacetan yang tidak segera diatasi. Anak anak yang kesekolah dengan naik sepeda motor. Biang kemacetan, rawan kecelakaan dan menyebabkan pengguna jalan lainnya tidak nyaman. Anak seusia SMP dsb mestinya dilarang menggunakan sepeda motor kesekolah. Pasti mereka belum mempunyai SIM. Tapi sudah menjadi rahasia umum, banyak anak SMP yang naik motor kesekolah dan motornya dititipkan ke penitipan disekitar sekolah.
     Jadi pembatasan kendaraan pribadi itu bukan kepemilikannya, namun penggunaannya. Tidak perlu pembatasan penggunaan no ganjil genap, atau 3 in 1, atau apa lagilah, tapi beri pengertian kepada masyarakat.
Liding crita :
  1. Perbaiki angkutan umum sehingga layak, representatif dan menarik, sehingga masyarakat tertarik untuk menggunakan angkutan umum daripada kendaraan pribadi.
  2. Masyarakat perlu digiring dan diberi pengertian agar mau menggunakan angkutan umum.
  3. Tetapkan beberapa kebijakan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi, al:
  • Anak seusia SMP dilarang menggunakan sepeda motor kesekolah, dan ini diawasi dengan ketat, serta digiring untuk menggunakan angkutan umum saja.
  • Jangan dibiasakan antar jemput anak sekolah (kecuali setingkat TK sd SD kelas ). Biarkan mereka tumbuh mandiri. Ingat, kendaraan parkir didepan sekolah waktu antar jemput anak sekolah, itu merupakan salah satu biang kemacetan.
  • Bagi para karyawan, PNS dan pegawai swasta yang kerjanya dibelakang meja, lebih baik menggunakan angkutan umum daripada kendaraan pribadi. Toh kendaraannya juga akan diparkir dikantor atau dipinggir jalan sampai dengan pulang kantor nanti.
  • Demikian juga para bakul pasar, mending naik angkot dari pada naik motor, paling akan diparkir dilahan parkir pasar yang akan ngabis abiskan tempat.
  • Lahan parkir yang sedikit mestinya membuat orang akan berpikir bila menggunakan kendaraan pribadi, namun ternyata malah menyuburkan parkir liar dan pemerintah tidak mau menertibkan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pemerintah yang meracuni rakyatnya..........

     Kalau ada orang tua yang selalu memanjakan anaknya, apa yang diinginkan dipenuhi, diberi gelimangan kebutuhan, tidak diajari bekerja, mulai dari mandi, membersihkan tempat tidurnya, membersihkan kamarnya, semua dikerjakan oleh orang tuanya atau pembantunya, maka si anak akan menjadi manja, tidak dapat bekerja dan selalu tergantung pada orang lain. Bahkan untuk urusan yang kecil seperti menyiapkan pelajaran sekolah dlsb, sianak akan minta bantuan pembantunya. Lebih lebih kalau orang tuanya over protektor, terlalu memproteksi anak, permintaan anak selalu dipenuhi, tuntutan anak selalu dituruti, maka si anak akhirnya menjadi anak yang tidak bisa mandiri. Orang tua yang demikian bisa dikatakan orang tua yang meracuni anaknya sendiri, tidak menyiapkan masa depan anak sebagai anak yang mandiri.
     Keadaan ini bisa dikiaskan dengan sikap pemerintah saat ini yang selalu memenuhi tuntutan rakyatnya, memenuhi tekanan rakyatnya, buruh, sekretaris desa, PNS, guru dsb. Apakah tuntutan mereka betul betul untuk kesejahteraan mereka, atau untuk kepentingan sesaat, mestinya pemerintah harus bisa memilah. Kalau tuntutan dan tekanan itu selalu dipenuhi, akibatnya rakyat/ masyarakat tidak bisa mandiri dan apa apa selalu tergantung pada pemerintah. Selalu mengandalkan bantuan pemerintah.
     Dulu, jaman pak Harto dulu selalu didengungkan bahwa pembangunan itu mestinya : pertama dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kedua menggerakkan ekonomi masyarakat dan menampung angkatan kerja/ memberi lapangan kerja kepada masyarakat, ketiga membangun sarana dan prasarana bagi masyarakat . Keempat pembangunan yang dilaksanakan akan menjadi landasan bagi pembangunan tahap berikutnya dan kelima pembangunan yang dilaksanakan harus bisa menyiapkan kemandirian masyarakat. Nah, yang kelima inilah yang saat ini hampir hampir tidak terlaksana!. Masyarakat bukannya mandiri, tapi malahan semakin tergantung kepada pemerintah.

Peran media
     Dalam suatu musibah, katakanlah kebakaran atau banjir yang diliput media, kadang kita melihat media yang mewawancarai korban, bla bla bla....lalu diakhir wawancara selalu ditanyakan: "sudah menerima bantuan apa dari pemerintah?", atau "pemerintah sudah memberi apa?". Lha wong kejadiannya baru tadi pagi, masak pemerintah sudah dituntut untuk memberi ini itu! Kadang saya berpikir bahwa media itu kadang juga jadi provokator ya?. Atau setidaknya media itu mendorong masyarakat untuk selalu mengandalkan bantuan pemerintah.
    Disamping memberi hal yang positip, media itu kadang juga menyebabkan masyarakat selalu menuntut kepada pemerintah jika ada musibah, kebutuhan yang mendesak dsb. Ini juga menyebabkan masyarakat akan selalu tergantung kepada pemerintah, selalu mengandalkan bantuan pemerintah.
    Semestinya media itu juga memberi arahan yang positip, apa hak masyarakat, apa kewajibannya, apa yang harus dikerjakan sendiri dan apa yang bisa dimintakan bantuan kepada pemerintah. Media yang ikut membangun kemadirian masyarakat, mendorong peran serta masyarakat.

Peran politikus
     Walah ini biang keladinya!. Politikus yang tebar pesona, politikus yang ingin menjaga konstituennya, ini akan membuat masyarakat menjadi semakin tidak mandiri dan selalu menyandarkan diri kepada pemerintah. Bantuan langsung tunai/ BLT, Bantuan sosial/ Bansos, Dana aspirasi, dicurigai hanyalah upaya politikus untuk memelihara konsituennya, tebar pesona, tapi kok menggunakan anggaran negara. Wah ini yang jadi rasanan, politikus itu memelihara konstituennya dengan menggunakan anggaran negara. Tapi ada akibat yang parah, yakni masyarakat akan semakin tergantung kepada pemerintah.
     Sekarang ini ada satu kata yang sangat populer dikalangan masyarakat, yakni kata "proposal". Mulai dari masyarakat diperkotaan sampai dipucuk gunung sana, kata ini sangat populer. Kalau ada kepentingan apapun, baik pribadi, lingkungan, kelompok atau oraganisasi, ajukan saja proposal kepada pemerintah. Saya pernah membaca di satu koran, bahwa ada kantor Pemba suatu kabupaten yang setiap hari dipenuhi oleh orang orang yang akan mengajukan proposal. Sampai ruang tunggu tidak bisa menampung, dan masyarakat yang mengajukan proposal sampai sampai mengelesot dilantai.  Ini pula yang menyebabkan masyarakat semakin tidak mandiri dan selalu mengandalkan bantuan pemerintah.

Kepentingan politik
      Partai A memperjuangkan agar gaji pegawai ini naik. Partai B memperjuangkan agar kelompok ini diangkat menjadi PNS. Partai C memperjuangkan agar anggaran ini ditanggung pemerintah, dsb dsb, sesungguhnya ini lebih banyak didasarkan kepada kepentingan politik, agar partai yang bersangkutan dianggap partai yang pro rakyat, yang selalu memperjuangkan rakyat.
    Namun apakah partai itu tahu seberapa kemampuan pemerintah?. Kalau semua urusan harus ditanggung pemerintah, berapa sebenarnya kemapuan pemerintah.

Kiblatnya: luar negeri
     Kita sering mendengar kalimat, ..."kalau diluar negeri hal semacam ini ditanggung pemerintah..", "kalau di negara A, gaji pegawai ini sekian juta..", "Kalau dinegara B subsidi ini sekian sehingga harga bisa menjadi sekian"...dsb. Mungkin kita lupa bahwa kemampuan negara kita tidak sebesar negara lain. Lagi pula apa kita juga memenuhi kewajiban sebesar negara lain? berapa pajak yang sudah kita bayar?
     Di negara lain kemampuan negara besar karena rakyatnya taat membayar pajak, birokratnya bersih dari korupsi, rakyatnya disiplin. Kemampuan dan kemauan rayat untuk mandiri juga besar. Ibaratnya, kalau rakyat menuntuk pemerintah mengatasi banjir, ya jangan buang sampah disungai. Kalau menuntut pemerintah mengatasi kemacetan, ya harus mau naik angkutan umum.

Celakanya, pemerintah mau menuruti kemauan politikus, mau menuruti tekanan pihak pihak tertentu, sehingga dana pemerintah habis untuk subsidi masyarakat, BLT, Bansos, dana aspirasi dlsb, yang pada akhirnya menyebabkan masyarakat semakin tidak mandiri. Inilah yang sebenarnya dikatakan pemerintah justru meracuni rakyatnya.

Kemandirian masyarakat semakin tipis. Peran serta masyarakat dalam pembangunan, dalam menggerakkan roda pemerintahan semakin kecil. Katakanlah, masyarakat kalau diundang ke kalurahan untuk rapat, tidak mau datang kalau tidak ada uang sakunya. Bahkan untuk kepentingan mereka sendiri, masyarakat diundang kepuskesmas untuk penyuluhan kesehatan, tidak mau datang kalau tidak ada uang transportnya.

Kembalilah kepada filosofi pembangunan
     Maaf, jangan alergi terhadap sistim orde baru dulu. Pembangunan yang dilaksanakan, lambat laun harus bisa membangun kemandirian masyarakat. Ini yang mestinya kita pegang. Saya masih ingat, dulu masyarakat diberi gaduhan sapi. Lalu setelah sapi gaduhan bisa berkembang, jika masyarakat ingin meningkatkan usaha ternaknya, disediakan kredit lunak. Dan jika usaha ini meningkat dan masyarakat ini berusaha lebih lanjut, maka harus mau menggunakan kredit komersial. Ini barangkali filosofinya. Dulu waktu merebak wabah penyakit ternak yang menyebabkan peternak merugi milyaran rupiah, pada waktu pemerintah akan menggelontorkan dana, ada peternak yang berucap..."Saya tidak butuh bantuan pemerintah, cukup jika pemerintah menurunkan kredit lunak dengan bunga rendah dan persyaratan mudah, kami sudah senang..."
    Subsidi saat ini betul betul telah membebani anggaran negara. Dan pemerintah tidak berani menaikkan harga BBM untuk mengurangi subsidi, karena tekanan politikus. Yang dibutuhkan mestinya, pemerintah bersama politikus yang sadar bisa memberi pengertian kepada masyarakat bagaimana mestinya menghitung subsidi, apa yang harus ditanggung pemerintah dan apa yang ditanggung masyarakat.
     Subsidi BBM, Pendidikan dan Kesehatan yang ditanggung pemerintah memang masih sangat diperlukan karena kemampuan pemerintah yang kecil, tapi lambat laun mestinya ada urusan yang dilepas dari tanggungan pemerintah dan secara mandiri ditanggung oleh masyrakat. Lha, masyarakat yang betul betul tidak mampu, inilah yang tetap ditanggung oleh pemerintah.
     Sejak jaman kemerdekaan, pemerintah selalu memberi subsidi, tidak semakin kecil, tapi semakin membengkak, ini kan suatu tanda bahwa kemandirian rakyat semakin kecil.
     Kembalilah kepada filosofi pembangunan!!. Pembangunan harus bisa mensejahterakan masyarakat, sekaligus membangun kemadirian masyarakat. Hal hal yang menyebabkan masyarakat semakin tergantung kepada pemerintah, semakin tidak mandiri, lebih baik disudahi saja. BLT, Bansos, dana aspirasi dsb lebih baik dialihkan untuk membangun sarana perekonomian yang bisa menggerakkan usaha masyarakat. Jangan racuni masyarakat dengan pembangunan, dana dan subsidi yang menyebabkan masyarakat semakin tidak mandiri. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS