Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan

BOTHOK,LAUK NDESO YANG NAIK DAUN



     Bothok, Bongko, Pelas, ketiganya mungkin namanya bisa terbolak balik sesuai nama daerahnya. Di suatu daerah bothok mungkin disebut bongko dan bongko disebut bothok, dan sebagainya. Kalau didaerahku, bothok itu lauk yang terbuat dari bahan dasar daun so/melinjo. Bongko itu lauk dengan bahan dasar kacang tholo yang diuleg, dan pelas lauk dengan bahan dasar kedelai yang diuleg. Ketiga tiganya memang berpenampilan sama, yakni dibungkus daun pisang, dikunci pakai lidi dan besarnya hanya seisi satu sendok makan.
    Sebagaimana sayur lodeh, sayur asem dan sebagainya, bothok dapat digolongkan masakan jawa pedesaan. Tapi kini lagi naik daun lantaran banyak rumah makan yang mengusung tema masakan tradisional. Nah, kira kira bagaimana cara membuat bothok? Ini ada resep peninggalan emak yang biasa aku praktekkan didapurku:

Bahan
Bahan yang perlu disiapkan untuyk memasak bothok antara lain :
1.       Daun so/melinjo yang masih muda, lk 1 kg, rebus hingga empuk, lalu angkat/tiriskan. Potong potong, rajang hingga agak kecil
2.       Kelapa muda jangan terlalu tua,1 biji yang besar, lalu parut dengan parutan kasar
3.       Bahan tambahan. Sekalipun namanya bahan tambahan, tapi ini akan menentukan nama. Jika bahan tambahan berupa mlanding/petai cina, namanya bothok mlanding. Jika bahan tambahan berupa jamur, namanya bothok jamur. Lalu berkembang macem macem tergantung daerah, ada bothok tawon, bothok kikil, bothok tempe, bothok tahu dan sebagainya. Jadi silahkan nambah bahan tambahan sesuai selera.
Bumbu
Bumbu untuk memasak bothok, perlu disiapkan :
1.       Ketumbar secukupnya
2.       Bawang putih 4 siung
3.       Bawang merah 6 siung
4.       Kemiri 4 biji
5.       Terasi seujung kelingking
6.       Tempe bosok/semangit 2 buah
7.       Lombok jemprit 4-5 biji atau sesuai selera
8.       Salam dan laos, iris kecil kecil
9.       Garam, gula dan vetsin secukupnya
Semua bumbu kecuali salam dan laos,diuleg lembut.

Cara memasak
1.       Daun so, kelapa parut, bahan tambahan dan bumbu dicampur jadi satu dalam satu wadah/baskom kecil. Campur sampai rata betul
2.       Siapkan daun pisang, lalu taruh 1 sendok makan campuran tadi diatas daun bungkus dan kunci dengan lidi. Bungkus semua sampai seluruh bahan campuran tadi habis
3.       Lalu bahan yang sudah terbungkus daun pisang tadi dikukus pada dandang sampai matang, kira kira 30 menit.

Siap untuk dihidangkan.......mungkin bumbu dan bahan dimasing masing daerah akan berlainan. Namanya saja masakan tradisional, ya tergantung daerahnya. Tapi yang penting kita bisa memasak sendiri dan lalu memperkenalkan kepada anak anak kita agar mereka juga kenal dengan msakan nenek moyangnya. Jangan hanya kenal hamburger, steak, dan masakan londo lainnya.
.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SAMBEL TUMPANG, RESEP WARISAN MAK’E........



      Sambel tumpang itu dulu identik dengan Solo dan sekitarnya, karesidenan Surakarta lah... Sambel tumpang itu dulu identik dengan menengah kebawah. Sambel tumpang itu dulu identik dengan bau tempe bosok yang menyengat. Namun kini sambel tumpang telah mengalami modifikasi, metamorfosa dan telah melampaui batas batas teritorial, melebar kemana mana sehingga wong solo sudah tidak bisa lagi mengklaim sebagai sambel khasnya.
      Sambel tumpang itu dulu hanya ditemui di warung warung kecil, warung sego rames, atau malah simbok yang jualan buka dasar dipasar pasar. Namun kini sambel tumpang bisa kita temui di rumah makan yang besar, rumah makan yang mengusung masakan tradisional, masakan jawa, indigenous culinary dan sebagainya dan sebagainya......
     Cara membuat sambel tumpangpun beraneka macam, tergantung kokinya, tergantung mana yang akan ditonjolkan, aromanya, rasanya, tampilannya atau tradisionalnya. Nah, sodara sodara, ini ada resep tradisional sambel tumpang warisan dari emakku, yang sering saya praktekkan didapurku:

1.Bahan/bumbu
Bumbu untuk membuat sambel tumpang antara lain :
Bumbu yang diuleg: -       lombok merah, lombok jemprit lj 10-12 biji
-          Bawang putih 4 siung
-          Bawang merah 6 siung
-          Tomat ukuran sedang 2 biji
-          Kencur seujung kelingking
-          Tempe bosok/semangit 2-4 biji
-          Santan dari 1 butir kelapa, lk 700 ml
Bumbu yang tidak diuleg: - salam
-          Laos
-          Kulit/daun jeruk purut        
        
2.Bahan tambahan
Bahan tambahan antara lain :
-          Telur ayam 2-3 butir
-          Krecek rambak 10-15 biji
-          Tepung kanji
-          Garam, gula, vetsin 

3.Sayuran
Sayuran yang biasa digunakan untuk sambel tumpang antara lain
-          Bayam
-          Kecambah
-          Jipang dipotong korek api
-          dsb

4.Cara memasak
-          semua bumbu, baik yang diuleg maupun yang dibiarkan utuh, direbus dalam panci dengan air lk 200 ml, sampai empuk dan aroma tempe bosok serta jeruk purutnya udah keluar
-          kemudian matikan kompornya, bumbu yang diuleg, diuleg sampai lembut lalu kembalikan kedalam panci. Tambah santan lalu direbus lagi
-          jika suka, tambah rambak krecek, masak terus sampai empuk
-          jika suka, tambah telur. Kocok dulu, lalu masukkan pelan pelan sambil diaduk
-          untuk menimbulkan kesan kental, dapat ditambah tepung kanji. Larutkan tepung kanji, lalu masukkan pelan pelan sambil diaduk terus
-          masukkan garam, gula dan vetsin secukupnya sesuai selera

5.Cara menyajikan
Menyajikan sambel tumpang itu identik dengan nasi rames, jadi disajikan langsung diatas piring lengkap dengan nasinya
-          tata seporsi nasi diatas piring
-          lalu tambahkan sayuran yang sudah direbus:  bayam, kecambah, jipang dan sebagainya
-          lalu siram dengan sambel tumpang 2-3 sendok sayur sesuai selera
-          bisa disantap dengan kerupuk, peyek, telur ceplok dsb
so.......mari kita coba resep tradisional warisan si emak

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sambal, penambah nafsu makan yang wajib ada

  Ya, dari Sabang sampai Merauke, yang namanya sambal, pasti ada pada menu makan sehari hari kita. Ada yang mengatakan sambal khas Aceh, khas Padang, khas Sunda, khas Jawa, Manado, Ambon, pokoknya masing masing daerah mengklaim punya sambal khas. Lha padahal isinya ya itu itu saja, rasanya yang itu...pedas, setengah pedas, agak pedas dan pedas sekali.
     Sambal juga sudah menjadi industri makanan jadi. Mulai sambal botol, sambal kering, sachet dengan bertbagai ukuran, warna, isi dan modifikasi lainnya. Namun beberapa waktu yl direportase investigasi sebuah stasiun TV melaporkan industri sambal ilegal yang bahannya seluruhnya bahan kimia. Tidak ada lomboknya, tidak ada bumbunya, pokoknya full kimia. Ad juga sambal daur ulang, yakni sambal yang sudah afkir, sudah expire, lalu diolah lagi, tambah pengawet, dikemas ulang pakai plastik baru, cap baru, wah bahaya juga nih.
     Ada satu restoran waralaba yang menspesialkan diri sebagai Spesial Sambal, mengklaim bisa membuat 30 macam sambal. Walah...terlalu sedikit. Dari seluruh Nusantara ini kalau dikumpulkan mungkin ada ratusan resep sambal. Tapi, ya itu tadi!! sebenarnya bahan membuat sambal itu ya itu itu aja. Tinggal dibolak balik, tambah ini itu, tambah ini itu, cara memasak gini gitu, jadilah skian puluh macam sambal.

     Nah, dengan melihat pengalaman reportase investigasi yang ternyata sambal yang dijual plastikan ada yang terbuat dari full kimia, ada sambal daur ulang, ada sambal yang sudah basi lalu ditambah pengawet yang berbahaya bagi kesehatan, maka ada baiknya kita belajar membuat sambal sendiri. Gampang banget kok.

Bahan dasar
Bahan dasar untuk membuat sambal ya jelas banget :
  • lombok: lombok merah, merah kerinting, hijau, jemprit dsb, dengan beraneka tingkat kepedasannya
  • bawang putih
  • bawang merah
  • tomat
  • garam
  • gula dan vetsin, kalau perlu
Bahan tambahan
Bahan tambahan ini yang akan menentukan nama, rasa dan aroma dari sambal yang akan dibuat.
  • terasi
  • tempe, tempe semangit/bosok
  • ikan teri kering
  • ikan asin lainnya
  • rempah rempah, jahe, sere, cengkeh, kapulogo, salam laos dsb
  • sayur, kemangi, kangkung dsb.
peralatan
peralatan untuk nyambel, temtu saja :
  • lemper/ cobek ama uleg ulegnya, atau
  • lumpang dan alunya, atau
  • blender
cara membuat
Nha, cara membuat inilah yang aneka macam, dibolak balik, kombinasi itu ini, tambah bahan tambahan ini itu, nanti antum bisa berimprovisasi, modifikasi dan ekperimenisasi untuk membuat sambal model baru. Namanya?, ya dinamai aja sendiri.......sambal teri, sambal teri kangkung, sambal bajak en so on enso oonn.......

seperti ini contohnya :
  1. bahan dasar diuleg kasar, jadilah sambal mentah kasar
  2. bahan dasar, duleg lembut, jadilah sambal mentah halus
  3. bahan dasar, diuleg kasar, lalu digongso/tumis, jadilah sambal tumis
  4. bahan dasar ditumis dulu baru diuleg, namanya dah lain
  5. bahan dasar, ditambah terasi, ebi/udang, ditumis dulu baru diuleg
  6. tambah tempe goreng
  7. tambah sayur
  8. tambah rempah
  9. tambah ikan kering
  10. tambah kemangi
  11. teruuus.......nanti kan bisa sampai 100 macem, tapi yang jelas rasa dasarnya ya sama, yakni pedas. Pedasnya itu pedas sekali, pedasa campur gurih, pedas campur seger, dsb.

menjadi masakan lain
Ada juga sambal yang menjadi masakan lain, meskipun rasanya ya tetap sama, misalkan saja:
  1. sambal goreng ati
  2. sambal goreng krecek
  3. sambal goreng kentang
  4. sambal pecel
  5. sambal tumpang
  6. sambal dabu sabu
  7. wah....pokoknya akeh banget. dari seluruh Indonesia banyak sekali macam dan jenis sambal, silahkan mengumpulkan sendiri, nanti kan bisa jadi satu buku resep masakan sambal sari sabang sampai merauke............ 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sayur lodeh, semua orang Jawa pasti tahu....

     Ya, semua orang Jawa pasti tahu sayur yang satu ini. Sayur yang diklaim sayur yang njawani, sayur yang bernuansa Jawa, walaupun mungkin didaerah lain ada sayur yang mirip ini, walau dengan nama yang berbeda. Namun karena perkembangan jaman, demi kepraktisan, terutama diperkotaan, sayur ini sudah mulai dilupakan oleh generasi muda. Terutama anak anak yang kedua ortunya bekerja, gak sempat memasak sendiri, demi kepraktisan, sepulang kantor si ibu mampir ke francois, waralaba atau warung padang....maka yang dikenal anak anak ya semacam KFC, burger, ayam goreng, yang agak tradisional yang masakan padang.
     Lalu kalau suatu saat si anak diajak makan dirumah makan Jawa, atau pulang kerumah mbahnya, maka sayur lodeh ini kurang familiar dilidah anak anak. Lha, ada baiknya sekarang ibu ibu muda sesekali masak sendiri dirumah dengan resep resep masakan tradisional, agar sianak tidak lupa kacang pada kulitnya, tidak lupa pada masakan leluhurnya, berganti dengan masakan londo....... Lalu apa masakan sayur lodeh itu dan bagaimana cara masaknya? Ini ada satu contoh aja, soalnya variasinya sangat banyak.

bahan
bahan untuk membuat sayur lodeh adalah:
- aneka sayuran : kacang panjang
                             daun melinjo
                              labu siam/ jipang
                             terong
                             kalau senang bisa diberi biji bijian semisal kacang tholo
- bumbu              : ketumbar
                              bawang merah
                             bawang putih
                             kemiri
                             kalau senang, trtm dipedesaan ditambah: tempe semangit
                             (semua bumbu ini diuleg sampai halus)
- tambahkan       : santan(kental maupun encer)
                             garam
                             bumbu masak/ vetsin, masako dsb
                             daun salam
                             lengkuas

cara memasak
- masak air untuk kuah secukupnya, masukkan daun salam dan lengkuas, biarkan sampai  mendidih
- jika senang memakai biji bijian, kacang tholo dsb, maka ini dimasak duluan sampai empuk
- sesudah kacang tholo empuk, masukkan bahan bahan sayuran, masak terus sampai empuk
- sesudah semua sayuran empuk, masukkan bumbunya
- terakhir masukkan santan, garan, vetsin dsb
lauk pendamping 
sayur lodeh ini sangat cocok apabila didampingi dengan lauk pendamping :
- tempe/ tahu goreng
- ikan asin goreng
- kerupuk, peyek dsb
- sambel lombok goreng semisal sambel bajak dsb

tidak ada standardisasi
ya, memang sayur lodeh ini gak ada standardisasinya. Jadi tiap daerah berbeda rasanya. Berbeda bahan bakunya/sayurnya, tambahan bumbunya. Namun yang saya sebutkan diatas adalah standar umum yang ada dipedasaan. Tinggal anda mau improvisasi, silahkan. Bahan sayur bisa diganti dengan sayur lain, seperti nangka muda, jantung pisang kepok dsb. Bumbu juga bisa ditambah seperti ebi dsb.
Gak usah standardisasi, yang penting enak dan njawani, sehingga anak anak kita tidak lupa dengan masakan leluhur. Jangan sampai yang dikenal malah cuma KFC, Mc donald, tempura, sukiyaki, dan seabreg serbuan waralaba mancanegara.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ANTARA TENGKLENG DAN GULAI



Bermula dari kota Solo sana, walaupun bukan khas Solo, tengkleng menyebar dan menjadi masakan favorit bagi pemburu kuliner. Bahkan pada setiap acara resepsi pernikahan dsb, tengkleng menjadi hidangan yang diburu oleh para tamu. Ya, masakan yang terdiri dari tulang tulang, kaki dan kepala kambing dengan kuah yang segar, encer, sedikit pedas dengan aroma rempah yang sedang sedang saja, itulah sekilas masakan yang namanya Tengkleng. Padahal, masakan aslinya dulu, waktu saya kecil dulu, tengkleng itu agak kental dengan aroma rempah yang kuat. Isinya memang tulang, kaki dan kepala kambing. Bumbunya sama dengan Gulai. Bedanya hanya isi, kalau gulai isinya jerohan kambing, seperti babat, iso, paru, jantung, ginjal bahkan kadang diberi daging kisi dsb. Dengan kata lain, tengkleng itu sebenarnya adalah versi murahnya gulai.
Evolusi dan modifikasi
Hampir semua masakan yang menyebar luas dan diterima oleh lidah berbagai daerah, rata rata telah mengalami modifikasi. Secara pelan berubah, menyesuaikan dengan permintaan pasar dan selera konsumen, lama lama terbentuklah satu masakan baru yang lain dengan aslinya dulu. Jadi jangan pernah berkomentar bahwa tengkleng sekarang lain dengan tengkleng yang dulu. Ya, memang lain karena telah disesuaikan dengan selera konsumen, pasar dan kebutuhan.
Lalu apa bedanya dengan gulai?
Ya, seperti yang saya katakan tadi, sebenarnya, dulu tengkleng itu adalah versi murahnya gulai. Bumbunya persis sama, hanya isinya yang beda. Tengkleng itu dulu adalah makanan rakyat kecil yang ingin makan gulai namun gak kuat beli. Makanya lalu beli tengkleng yang agak murah karena isinya tulang tulang doang. Lha kalau sekarang memang sudah agak berbeda, bahkan bagi penikmat kuliner bisa membedakan, jauh berbeda. Dimana letak perbedaannya?
·         Isi: kalau gulai isinya adalah jerohan dan daging kambing. Jangan harap menemukan tulang pada gulai. Sedang pada tengkleng isinya adalah kaki, kepala dan tulang kambing. Dewasa ini, karena sudah masuk gedongan, pesta, resepsi dsb, maka isi tengkleng bukan hanya itu, tapi sudah ditambah daging dsb, kayak gulai.
·         Kuah: kuah gulai cenderung lebih kental dengan santan dan lemak. Sedang kuah tengkleng dibuat lebih encer sehingga terkesan segar bila disruput.
·         Bumbu: bumbu gulai yang lengkap memang beraroma rempah yang kuat. Sedang pada tengkleng ada bumbu yang dikurangi sehingga aroma rempah tidak begitu menyengat. Ini juga disesuaikan dengan kuahnya yang lebih encer. 
Inilah bumbu gulai yang agak lengkap
Bumbu gulai aslinya dulu itu buuanyak sekalee, tinggal bagaimana anda akan membuat, mana yang lebih diperbanyak agar menimbulkan aroma rempah yang kuat. Palanya, atau kayu manisnya, atau cengkehnya, atau mesoyinya, semua akan menjadi kekhasan masakan masing masing warung kuliner. Kira kira seperti inilah bumbu gulai yang lengkap :
1.      Bawang merah
2.      Bawang putih
3.      Ketumbar
4.      Merica/ lada
5.      Jinten
6.      Cabe merah
7.      Cabe rawit
8.      Kunyit
9.      Kapulaga
10.  Jahe
11.  Pala
12.  Kayu manis
13.  Cengkeh
14.  Cabe jawa
15.  Kelapa sangrai
16.  Santan
17.  Daun salam
18.  Daun jeruk purut
19.  Sere
20.  Laos
21.  Asam jawa
22.  mesoyi
Nha...banyak to.., adapun jumlahnya tergantung berapa bahan yang akan dimasak.
Agar mendunia dan diterima masyarakat
Ya, agar mendunia itu memang perlu modifikasi. Bumbu gulai yang saebanyak itu mungkin jaman sekarang banyak yang kurang sabar membuatnya. Makanya para pamilik katering, warung makan, restoran dan hotel yang menyediakan tengkleng lalu memodifikasi bumbu agar lebih praktis dan diterima masyarakat. Masing masing masakan akan mempunyai kekhasan yang berbeda.
So....mari nikmati tengkleng...........

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS