Tampilkan postingan dengan label pesan moral. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pesan moral. Tampilkan semua postingan

Copot Pentil.....gembosi!!!

     Kebijakana Pemda DKI dalam hal penertiban parkir, parkir liar, perlu diapresiasi. Kendaraan roda dua, roda empat yang diparkir ditempat yang tidak semstinya, digembosi bannya, diambil pentilnya, lalu ditempeli surat peringatan agar mengambil pentilnya dikantor Dinas Perhubungan (atau polantas?) untuk diberi sutar tilang. Ini bisa dikatakan penertiban, bisa dikatakan shock terapi, atau setidaknya memberikan efek jera agar kendaraan tidak parkir disembarang tempat.
     Sudah lama masyarakat muak dengan perilaku pengendara kendaraan roda dua, roda empat yang berperilaku seenanknya. Bukan hanya parkir, namun juga perilaku yang melawan arus, menggunakan trotoar untuk lewat dsb dsb. Ingat bahwa perilaku kita dijalan raya, itulah certmin karakter kita. Jadi, karakter bangsa Indonesia ya kayak gini lah. Makanya kebijakan menggembosi ban kendaraan yang parkir seenaknya patut diacungi jempol. mudah2an bukan hangat hangat tai ayam, lalu berhenti sampai disini.

Harus ada tindak lanjut
    Ya, harus ada tindak lanjut. Bagaimanapun juga parkir liar itu mesti ada bekingnya. Lha bekingnya, aparatnya juga harus disikat. Lalu si tukang parkir liar itu mesti juga harus ditertibkan agar tidak lagi berani membuka lahan parkir liar disuatu tempat yang seharusnya terlarang.
    Bukan hanya melarang, namun juga harus dicarikan jalan keluar. Terutama bagi tukang parkir liar, dicarikan alternatif kerjaan yang lebih menjanjikan untuk menopang hidupnya. Lalu lokasi parkir resmi, atau segmen segmen jalan yang diijinkan untuk tempat parkir juga harus lebih ditata dan ditingkatkan kapasitasnya.

Kembalikan ruang publik
   Nha...ini yang mestinya terjadi. Trotoar itu buat pejalan kaki. Tapi udah lama gak bisa untuk berjalan kaki lantaran penuh dengan kaki lima, tempat parkir liar dan juga untuk lewat kendaraan terutama yang roda dua. Jadi mestinya penertiban ini juga bertujuan untuk mengembalikan fungsi trotoar untuk pejalan kaki. Menambah lebar jalan yang selama ini menyempit lantaran dipakai untuk parkir, dus akanmemperlancar lalu lintas dan membuat nyaman pejalan kaki

Golnya adalah: Masyarakat mau menggunakan angkutan umum!!
     Kalau tempat parkir udah susah didapat, kalau parkir sembarangan kena sangsi, maka diharapkan masyarakat mau menggunakan angkutan umum. Jumlah kendaraan dijalan akan berkurang banyak, terutama mobil pribadi dan sepeda motor
    Wuaah....jalanan akan lancar dan lalu lintas gak macet. Tapi munbgkinkah itu terjadi?. Ya muingkin aja kalau ada kermauan semua pihak.
    Seirang dengan itu, mestinya juga dibenahi itu angkutan umum. Mulai dari bus kota, angkot, monorel atau apa ajalah yang penting bisa mengangkut dengan jumlah banyak, aman nyaman, tepat waktu dsb dsb..............

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mobil murah.....kebijaksanaan ini dibawah tekanan siapa?

Aku hanya usul pada para pemegang kebijakan.........dengan adanya mobil murah, akan makin banyak mobil yang berseliweran dijalan. Lha apa gak mangkin macet...???
Punya mobil memang hak setiap warga, dan pemerintah gak bisa melarang!!!. Namun sebenarnya pemerintah dapat menentukan prasyarat seseorang punya mobil, yakni satu aja :.....PUNYA MOBIL HARUS PUNYA GARASI.......
cobalah sekali sekali blusukan kekampung, perumahan....maka kalau malam jalan akan dipenuhi mobil parkir lantaran yang punya mobil gak punya garasi....sampai mau lewat aja syusyah........Makanya sekali lagi prasyarat punya mobil harus punya garasi.....

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

BID’AH ITU APA SIH?



Satu
Seorang teman di facebook meng up load gambar unta dipadang pasir, lalu member komentar..”Kalau apa apa kamu anggap bid’ah, maka naik aja unta seperti jaman Rasulullah dulu...” Lalu sang teman itu berkomentar banyak dengan nada geram bahwa ada satu kelompok dalam Islam yang selalu menjelek jelek kelompok lain, dan menganggap ibadah dari kelompok lain itu bid”ah. Saya gak tahu kelompok mana yang senang menjelekkan kelompok lain, lain teman itu nadanya menjurus pada kelompok/ organisasi tertentu yang sebenarnya cukup besar dan berpengaruh di negara kita ini. Tapi kok contonya naik unta? Rasanya yang namanya bid’ah itu masalah peribadatan, ritual peribadatan, buka masalah kehidupan. Lha jaman nabi belum ada kendaraan mobil, sepur dsb, apa lagi facebook. Apa lalu ini juga akan dilarang dengan dalih bid’ah tadi? Orang harus naik unta, gak boleh makan nasi tapi makan kurma, pakai baju model arab...walah walah.....

Dua
Dikampungku ada seorang ibu, sebut aja namanya bu Sam. Beliau adalah ketua ranting sebuah organisasi wanita terkenal, juga seorang ketua kelompok pengajian yang sering diundang untuk mengadakan pengajian, tahlilan tujuh hari, empat puluh hari dst orang yang meninggal. Pada setiap pengajian, sebelum membaca Yasin – tahlil, beliau sering membuka dengan uraian, yang intinya rasa geramnya pada kelompok tertentu yang selalu mem bid’ah bid’ahkan kegiatan mereka. Beliau juga menyampaikan argumen tentang kegiatan ini bukan bid’ah, ada dasarnya, dsb dsb.

Tiga
Saya sendiri pernah mengikuti suatu kajian yang diselenggarakan oleh kelompok pengajian yang dituduh oleh dua kasus diatas tadi, suka membid’ah bidahkan kelompok lain. Ya, memang kelompok ini tidak sejalan dengan dua yang diatas tadi. Tapi ini dalam satu kajian ditempat tertutup dan terbatas, gak dikoar koarkan. Dikaji secara ilmiah, dicari mana dalilnya, mana yang pro, mana yang kontra dsb. Selanjutnya, terserah kepada peserta, mau ikut yang mana. Lha yang berkoar koar kan malah mereka yang baca yasin tahlil pakai pengerasd suara, pakai pembukaan yang menyatakan kegeramannya, dan semua orang jadi tahu adanya perbedaan (atau perpecahan) dikalangan Islam.

Lha definisi bid’ah itu apa sih?
      Saya sendiri gak tahu definisinya. Tapi pengertianku, adalah suatu ibadah yang diada adakan, yang tidak ada tuntunannya. Sebagaimana suatu hadist yang terkenal dari Bukhari – Muslim, “ Barang siapa orang yang mengada adakan dalam ajaran Islam ini, yang tidak ada sumbernya dalam Islam, maka urusan itu ditolak “. Dalam hadist Muslim diriwayatkan “Barang siapa yang berbuat suatu amalan yang tidak ada perintah dari kami, maka amalan tersebut ditolak”. Pengertianku, amalan itu ya ritual dalam ibadah, bukan kegiatan hidup sehari hari. Bukan kalau perpakaian harus pakai baju kayak nabi, makan harus makanan yang dimakan nabi, naik unta...wah lha gak bisa fesbukan dong.  Ya, kita serap aja hukumnya, misalnya pakaian gak harus kayak orang arab, tapi yang penting menutup aurat dan praktis. Makan gak harus kayak orang arab, yang penting halal dan adab adab makan dipenuhi. Lha kalau ibadah, bid’ah, sunnah atau wajib, yang penting kita tahu dasarnya, tahu filosofinya, tahu alur pikirnya, lalu terserah kita mau ikut yang mana.
     Ada satu puisi yang ditulis oleh ulama pada abad ke 4 Hijriah. Berarti sudah 400 tahun sesudah rasulullah wafat. Puisi itu isinya memang sangat bagus dan menyentuh perasaan. Dan banyak dibaca oleh kaum Muslimin. Kalau dibaca untuk peringatan, pengajian dsb, saya kira gak masalah dan bukan bid’ah. Tapi kalau kemudian ada tuntunan dari seorang ulama, yang mengatakan bahwa membaca puisi itu pada malam Jum’at, akan mendatangkan pahala dan dosa kita akan diampuni selama seminggu kedepan, lha yang gini ini gak ada dasarnya. Cari di Ayat berapapun, cari di hadist manapun gak akan ketemu. Barangkali yang seperti inilah yang disebut bid’ah.
    Ada lagi satu cerita, bahwa tulisan “ALLAH” dan “MUHAMMAD”   yang selalu didmpingkan sebagai hiasan di masjid itu sudah ada sejak surga diciptakan. Kedua tulisan itu menghiasi setiap pintu sorga. Sampai sampai ibu Hawa, waktu masih tinggal disorga, bertanya kepada Allah, “ Ya Tuhan, siapa sih Muhammad itu, kok namanya terpampang disetiap pintu sorga?” Lalu Tuhan menjawab “ O, itu kekasihku, tapi lahirnya masih nanti dimenjelang hari akhir” Wah, cerita macam ini jelas gak ada dasarnya. Kalau dikatakan bid’ah ya monggo aja.
    Masih banyak amalan amalan umat Islam yang memang gak ada dasarnya. Tapi karena sudah berurat berakar dalam kehidupan, ya susah untuk merubahnya. Saya gak bisa memberi argumentasi, tapi hanya berpesan aja, henmdaknya kita mempelajari dasarnya, Qur’an dan hadist, lalu filosofinya, alur berpikirnya, lalu selan jutnya terserrah kita mau ngikuti yang mana.
    Jangan menyalahkan orang lain. Tapi kita harus yakin bahwa yang kita pilih adalah yang benar.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pesan moral : Puisi yang ke tigapuluh lima

Engkau berada diantara dua kenikmatan
Engkau tak tahu mana yang sesungguhnya
musuh paling akbar bagimu
dosamu tak terlihat oleh lain insan
atau datangnya pujian dan sanjungan

Andai mereka tahu akan besarnya dosamu
takkan sudi mereka menerima akan kehadiranmu

Itulah nikmatKu padamu ya insan
dan nikmat yang lebih besar lagi
adalah nikmat kesehatan yang kulimpahkan
pertolongan mereka takkan butuhkan lagi

Mereka itulah yang butuh bantuanmu
 hingga kau terhindar dari kejelekannya
maka bersyukurlah padaKu
ya insan semuanya 

Belajarlah kenali diriKu
sebanyak nikmat yang Aku limpahkan
bersihkan riya jumawa dalam dirimu
bak musafir yang kawatir bekal kau siapkan

Hatimu yang keras membatu
menangis karena amal perbuatanmu
dan amal perbuatanmu
menangis karena ragamu

Ragamu akan menangis karena mulutmu
dan mulutmu akan menangis karena matamu

KekayaanKu tiada pernah akan habisnya
sebanyak kau berinfak, sebanyak itu pula Kulimpahkan rejeki
seberapa kau kikir, sekedar itulah Kutahan rejeki
ingat itu semua, wahai manusia

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Nikah siri itu hanya sekedar menghindari dosa

    " Jika kalian tidak puas dengan satu istri, maka ambillah dua, tiga atau empat istri" "yang penting engkau harus bisa adil......." " Namun jika engkau kawatir tidak bisa adil, maka cukup 1 istri saja....." " Dan sudah menjadi ketetapan bahwa manusia tidak ada yang bisa bersikap adil (dalam hal ini"...........Dari potongan potongan ini, sudah bisa disimpulkan  bahwa istri itu sebaiknya satu orang saja.
     Rasulullah memang beristri lebih dari satu, bahkan banyak. Tapi ingat, bahwa istri rasulullah itu adalah wanita yang bermasalah, janda yang ditinggal mati syahid suaminya, dsb. Jadi pernikahan rasulullah itu untuk menolong dan mengangkat kehidupan wanita janda, wanita yang bbermasalah dsb, bukan untuk mengumbar nafsunya.
      Pernikahan itu sesuatu yang sakral mestinya, sebagai pintu gerbang untuk membentuk satu keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah, untuk memberi ketenangan hati, melanjutkan generasi/ menghasilkan keturunan dsb, dlam satu ikatan pernikahan yang diridhoi oleh Allah. Mestinya ya lewat pernikahan yang resmi, dfisaksikan banyak orang pada walimatul ursy.
     Lha kalau nikah siri itu gimana? Ya itu hanya sah menurut hukum agama, tapi tidah sah menurut hukum negara. Nikah siri itu n ikah yang diam diam, mestinya karena sesuatu hal. Rata rata nikah siri itu dilakukan untuk perkawinan yang kedua, ketiga dan seterusnya. Dengan siapa? Apa dengan janda yang beranak lima, tidak bekerja dan tidak bisa menafkahi anaknya? Ternyata tidak. Rata rata nikah siri itu ya dengan yang masih gadis, atau janda yang masih kinyis kinyis. Penyanyi ndangdut, dsb. Jadi ya nawaitunya psti tidak untuk membentuk keluarga, tapi sekedar melampiaskan nafsu. Tapi agar tidak dianggap zina, maka dinikahkan secara siri. Lalu, dikontrakkan rumah atau lelaki yang kaya dibuatkan rumah dengan segala perabotnya, jadilah istri simpanan.
     Ada juga nikah siri yang karena sebab lain. Seorang janda PNS atau angkatan, agar tidak kehilangan hak pensiunnya, maka pernikahan berikutnya ya dengan nikah siri itu. Jadi dapet suami baru, tapi uang pensiun dari almarhum suaminya masih bisa diterima.
     Inilah tantangan bagi kita bagi kita semua para lelaki. Kalau mau nikah lagi, tengok lagi sebenarnya niatnya untuk apa? Kalau memang untuk menolong janda yang banyak tanggungan anak dan tidak punya penghasilan, maka teruskanlah niat itu. Mudah2an merupakan amal baik. Tapi siapa yang mau menikahi orang yang hanya akan menjadi beban? Lha kalau yang akan dinikahi itu gadis yang masih kinyis kinyis, percayalah, itu hanya nafsu yang sebaiknya ditahan aja...........

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pesan Moral : Puisi Yang Ke Tujuh Belas

Segala PerintahKu hendahlah engkau Junjung
Segala laranganKu hendaklah engkau buang
Maka engkau akan hidup abadi panjang
 Akulah Dzat Hidup Yang Tak Pernah Berujung
(jika Aku berfirman "jadilah", maka segala sesuatu akan terjadi)

Jika omonganmu indah sedang perbuatanmu jijik
Engkau benar benar dedengkot munafik
Jika lahirmu indah sedang bathinmu hina
Maka benar benar engkau orang yang celaka

Engkau menipu Allah, padahal Allah lah yang menipumu
Tiada mereka menipu kecuali kepada dirinya sendirilah mereka menipu
Takkan engkau masuk sorga, kecuali dengan hati merendah
Dan mengisi hari harimu dengan ibadah

Menahan hawa nafsu demi perintahKu
Aku memberi tempat berteduh bagi kaum musafir
Aku memberi rasa aman bagi kaum fakir
 Anak anak yatim berada dalam samtunanKu
Aku bagaikan bapak bagi mereka
Aku bagaikan suami bagi para janda

Barang siapa berkepribadian seperti ini
Jika memohon kepadaKu pasti kululuskan
Jika meminta sesuatu kebutuhan
Segala yang dia minta pasti kuberi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Nabi saja pernah kalah perang

    Ya, nabi saja bisa kalah perang. Dalam satu pepeangan antara umat Islam dengan kaum Quraisy Mekah, umat Islam pernah mengalami kekalahan dan terpukul mundur. Meski akhirnya bisa menang, namun kekalahan ini menjadi cermin agar kita jangan jumawa, sombong dan PD, mentang mentang julahnya banyak.
     Dalam Al Qur'an pun Allah berfirman bahwa kegagalan dan keberhasil, kemenangan dan kekalahan akan selalu dipergilirkan oleh Allah kepada kita, agar kita sadar dan kembali kejalan Allah. Lha kalau orang selalu sukses terus, selalu menang terus tidak pernah mengalami kegagalan, tidak pernah mengalami kesusahan, tentu akan menjadi orang yang sombong dan bahkan akan melupakan Allah. Dia merasa bahwa keberhasilan ini, kesuksesan ini adalah atas usahanya sendiri, tanpa pertolongan Allah.
     Tapi kalau suatu saat jatuh, suatu saat kalah, suatu saat gagal, manusia mestinya sadar, atau disadarkan, bahwa ada kekuasaan lain diatasnya. Disadarkan untuk kembali kejalan Allah.
Banyak hikmah yang terkandung dibalik kegagalan dan kekalahan:
  1. mampu mengintrosspeksi diri. Mencari kelemahan yang ada didalam diri, lalu memperbaikinya, sehingga kelemahan akan berubah menjadi kekuatan
  2. mampu melihat kelebihan diri. Sehingga kelebihan ini bisa diasah lebih lanjut menjadi nilai tambah yang positif untuk diri sendiri
  3. mampu melihat keunggulan lawan. Dengan melihat keunggulan lawan, kita bisa mencari upaya bagaimana caranya mematahkan keunggulan ini, bagaimana caranya mengalahkannya
  4. mampu mencari kesempatan. Kegagalan dan kekalahan, mesti melahirkan kesempatan baru, melahirkan peluang baru. Kita bisa menggunakan kesempatan dan peluang baru itu untuk bangkit dan meraih sukses
  5. Jangan tenggelam dalam kesusahan dan menyesali kekalahan, menyesali kegagalan. Kesusahan, patah semangat karena kegagalan yang tidak menimbulkan semangat baru, berarti memelihara kesusahan. Hal ini tidak lebih dan identik dengan nafsu. Makanya...lupakan kegagalan dan segera bangkiiiiitttt..... 
Langkah langkah untuk bangkit dari kegagalan dan kekalahan
  1. Langkah pertama : La Khaula Wa La Quwwata Illa Billah....Tidak ada kekuatan kecuali miliknya Allah. Kita harus segra bangkit dari keterpurukan, keluar dari rasa sedih, kepentingan diri, egoisme, nafsu diri, kepentingan kelompok dll. Menjenguk hakekat diri, jangan merasa rendah diri, tapi juga jangan merasa lebih dari yang lain, bisa ini, bisa itu dsb. Lha wong aku ini sarjana, pengalaman segudang, kok kalah dengan yang krocok...Segera kembali kepada jalan Allah. Allah tempat kita bergantung, Dialah yang akan menggerakkan pikiran, angan dan cita kita .
  2. Langkah kedua : anda akan tahu sendiri sesudah langkah pertama anda kerjakan...........

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Fungsi kepemimpinan yang dilupakan

     Konon katanya, saat ini dinegara kita lagi krisis kepemimpinan. Pemimpin yang ada tidak bisa memberi keteladanan kepada yang dipimpin. Kepala suatu satuan tugas, hanya menjadi kepala, namun gagal menjadi pemimpin. Bupati, walikota, gubernur dan pejabat negara lainnya, yang dipilih oleh rakyat, gagal menghadirkan sosok pemimpin yang diteladani. Mereka hanya menjadi figur formal yang tidak bisa mengambil hati rakyatnya. Itu baru pemimpin atau pejabat negara. Lantas bagaimana kepemimpinan ditingkat bawahnya? Kepala SKPD misalnya? Sama saja atau bahkan tambah para lagi.
     Banyak teori kepemimpinan yang telah diajarkan oleh para pakar. Banyak kursus kepemimpinan yang telah diikuti oleh calon pemimpin itu, namun apa hasilnya? Masuk telinga kiri kelusr telinga kanan. Dilingkungan PNS telah banyak pelatihan kepemimpinan, mulai dari penjenjangan semacam ADUM, ADUMLA, SPAMA, SPAMEN dsb. Juga ketrampilan, mulai dari total quality management, budaya kerja, reinventing government, dan banyak pelatihan motivasi. Hasilnya seperti yang kita lihat sekarang ini. Podho wae.
     Ada satu pelajaran kepemimpinan yang sederhana, tanpa teori, namun banyak dilupakan orang. Seorang pemimpin haruslah bisa menjadi atau bisa bertindak sebagai 4 hal dibawah......

Administrator
     Seorang pemimpin haruslah mampu menjadi administrator dikantornya, dilingkungan tempat kerjanya dan disatuan tugasnya. Administrator, mampu menguasai segala aspek dari tempat tugasnya, mulaui dari tugas pokok, fungsi, kewajiban, juga fungsi administrasi lainnya. Mampu pula menguasai hal hal teknis dibidang tugasnya, pelaporan, pertanggungan jawab, landasan hukum dlsb.
     Dewasa ini banyak pemimpin yang selalu berkata..."ah, itu kan tugasnya staf"...tanpa ia mau mencoba mengetahui atau mendalami bidang tugasnya. Memang dalam era otonomi daerah ini disadari banya pemimpin yang bertugas diluar disiplin ilmunya. Tapi itu bukan alasan seorang pemimpin untuk lepas tangan dan menyerahkannya kepada staf.

Negosiator
     Seorang permimpin haruslah bisa menjadi negosiator yang hndal. Dapat mengkomunikasikan hal hal yang menjadi bidang tugasnya, mempunyai nilai tawar yang tinggi, dapat memperjuangkan kepentingan satuan tugasnya kepada atasan/vertikal, kepada satuan tugas lainnya/horizontal, namun juga bisa merangkul bawahan untuk mendapat dukungan.
     Dewasa ini fungsi negosiator dari seorang pemimpin cenderung mandul. Pemimpin lebih banyak terima matengnya atau terima bersihnya, semua tinggal diserahkan kepada staf.
     Agak dekat dengan fungsi ini mestinya aalah fungsi komunikator. Seorang pemimpin haruslah seorang komunikator yang baik, dapat menyampaikan segala aspirasi satuan tugasnya kepada atasan, bawahan dan kesamping kepada satuan tugas lainnya.

Manager
    Bagaimanapun seorang pemimpin adalah nakhoda sebuah kapal. Maju mundurnya kapal/satuan tugas yang dipimpinnya sangat tergantung kwalitas kemanajerialan pemimpin. Bagaikan kapten sebuah kesebelasan, bagaimana ia mengatur anak buahnya untuk bisa menghasilkan goal, atau bagaikan pemimpin sebuah orchestra bagaimana menyajikan pertunjukan musik yang baik.
     Karena pemimpin mempunyai fungsi manajer ini, ya tentu saja kwalitas, pengetahuan, kompetensinya harus bisa mendukung tugas ini. Demikian juga nilai nilai diri, kearifan, kesalehan dan pandangan hidup seorang manager akan sangat menentukan jalan dan arah dari satuan tugas yang dipimpinnya.

Bapak/ orang tua
     Nah, ini dia, yang sering dilupakan oleh seorang pemimpin saat ini. Menjadi bapak atau orang tua yang baik bagi staf dan seluruh anak buahnya. Seorang pemimpin mestinya bisa merengkuh semua anak buahnya dalam satu keluarga besar, dalam suasana kekeluargaan yang baik. Mampu menumbuhkan rasa saling menyayangi, asah asih asuh diantara anak buahnya.
    Seorang pemimpin mestinya mampu menumbuhkan rasa aman kepada anak buahnya, merasa terlindungi dan kalau ada masalah harus berani pasang dada didepan. Seorang pemimpin harus bisa mengayomi, dan menjadi tempat untuk bertanya bagi anak buahnya. Bertanya tentang kesulitan dalam pekerjaan, bertanya hal hal teknis dalam pekerjaan, termasuk bertanya dalam hal urusan pribadi. Bisa memberi nasehatlah, atau bisa menjadi tempat untuk curhat bagi anak buahnya.
     Banyak pemimpin dewasa ini yang justru bersikap sebaliknya, justru berlindung dibelakang anak buahnya. Kalau ada masalah malah menghindar, sehingga oleh anak buahnya dijuluki Kyai joyo endo...

Ini hanya salah satu pendekatan fungsi seorang pemimpin yang saat ini banyak dilupakan. Kita semua adalah seorang pemimpin, dalam level apapun. Dikantor, di satuan tugas, dilingkungan atau dirumah tangga. Mari kita tengok lagi fungsi kita, kemampuan kita sehingga kepemimpinan yang kita lakukan setidaknya mempunyai arti bagi anak buah kita, bagi satuan tugas kita dan yang penting pertanggungan jawab kita nanti bisa bagus.
     Fungsi sebagai orang tua ini yang paling banyak memudar saat ini! Banyak pemimpin yang hanya menjadi mandor, hanya mengkomando, marah marah, gak bisa mengarahkan, tapi selalu minta jatah paling banyak hahaha.... 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cerita inspiratif, mozaik pesan moral.....

SATU
     Sepasang pengantin baru, menempati rumah baru diperkampungan kumuh. Kebetulan rumahnya paling bagus diantara rumah rumah tetangga. Setiap pagi pengantin baru itu bisa melongok ke halaman tetangganya lewat jendela rumahnya. Setiap pagi pula sang siteri selalu berkata kepada suaminya.
"Pa, tetangga kita itu jorok sekali ya.....masak halaman rumahnya senantiasa kotor seperti itu. Lagi pula kalau mencuci tidak bisa bersih. Masak mencuci kok kok masih kotor begitu. Lihat tuh jemurannya, masih kotor sekali"
Suaminya tersenyum sambil membelai istrinya.
"Ya, coba nanti saya ajari caranya membersihkan halaman. Nanti saya ajari caranya mencuci yang bersih"
"Kamu berani pa, mengajari mereka, nanti malah salah tanggap, bisa berabe nanti"
     Suatu pagi sepasang suami isteri itu kembali melihat halaman tetangganya. Heran, kini halamannya sudah kelihatan bersih. Cucian yang dijemurpun sudah kelihatan bersih, berderet rapi dijemuran.
"Wah, pa, lihat tetangga kita sekarang sudah pandai mencuci, sudah pandai membersihkan halaman. Kamu jadi mengajari mereka pa?"
"Iya, kemarin aku membersihkan kaca jendela rumah kita ini, sehingga bersih dan tidak lagi buram"

DUA
      Dalam satu percobaan, seekor katak dimasukkan kedalam panci yang berisi air hangat. Katak itu tampak belingsatan, resah kesana kesini, namun lama kelamaan menjadi tenang, karena sudah bisa menyesuaikan diri.
     Lalu suhu air didalam panci dinaikkan sepuluh derajat celcius lagi. Si katak kembali resah dan gelisah, belingsatan, namun lama kelamaan menjadi tenang kembali, dapat menyesuaikan diri. Lalu suhu dinaikkan sepuluh derajat lagi  dan katak kembali belingsatan, lalu tenang kembali.
     Demikian setiap suhu dinaikkan, si katak belingsatan, lalu tenang lagi karena bisa menyesuaikan diri. Sampai akhirnya si katak tewas terebus dalam air mendidih.
     Rupanya karena sang katak telah terbiasa dapat menyesuaikan diri dengan suasana dalam panci, sampai lupa untuk meloncat keluar panci.

TIGA
      Seorang gadis, cantik sekali, berpacaran dengan seorang pemuda. Sayang, gadis itu seorang tuna netra alias buta. Tiap hari hanya mengeluh melulu, masalah dirinya yang buta. Bahkan serinmg sering ia menghujat Tuhan. Dikatakan Tuhan tidak adil, pilih kasih dsb. Selalu tidak menerima kebutaannya. Pacarnya, si pemuda, dengan sabar menghibur hatinya dan selalu mengajarkan bagaimana agar kita selalu bersyukur atas apa yang dianugerahkan kepada kita.
     Tapi sigadis tetap saja mengeluh tiap hari dan tidak terima atas kebutaannya. Sampai suatu saat dia berujar akan mengawini/ akan segera kawin dengan si pemuda manakala dia bisa melihat.
     Ternyata ada seorang donatur yang tak mau disebut namanya memberikan sepasang matanya untuk disumbangkan kepada si gadis. Singkat kata, melalui suatu operasi cangkok mata, sigadis bisa melihat kembali, merasakan indahnya dunia.
     Namun si gadis kecewa berat manakala tahu bahwa ternyata pacarnya, si pemuda juga seorang tuna netra. Dengan berbagai dalih, si gadis mengingkari kata katanya sendiri untuk segera menikah dengan sang pemuda. Dan akhirnya si gadis dan sang pemuda batal menikah. Sigadis lebih memilih pemuda lain yang tidak buta.
     Dengan hati hancur luluh sang pemuda pergi meninggalkan si gadis, mencari jalan hidupnya sendiri. Dan dihari perkawinan si gadis, sang pemuda mengirimkan ucapan selamat dan ikut berbahagia. Sang pemuda merasa puas dan bahagia, dapat membahagiakan orang yang dicintainya, walaupun dengan mengorbankan organ tubuhnya yang sangat penting.........ya, sang pemudalah si donor mata yang tak mau disebut namanya.

Empat
     Dalam film Helen of Troy, dikisahkan peperangan Troya yang terkenal itu. Tokoh sentral dalam film itu adalah Achilles, seorang panglima perang dari legiun Kerajaan Athena. Semula Achilles tidak mau ikut berperang karena berseberangan pendapat dengan rajanya. Namun kemudian dibujuk oleh ibunya, seorang dewi dalam mitologi Yunani. Adegan ibu membujuk anaknya itu digambarkan dengan apik dalam film itu.
     Ibunya menasehati Achilles......."Anakku, akulah yang melahirkanmu, membesarkanmu dengan panuh kasih sayang. Kini engkau telah tumbuh menjadi seorang pemuda perkasa, bahkan seorang panglima legiun. Kalau kamu tidak mau ikut berperang, maka kamu akan hidup berbahagia disini, dikampung halamanmu. Engkau akan menikah dengan gadis pujaanmu, kemudian mempunyai anak, dan anak anakmu akan tumbuh dewasa, cantik cantik dan ngganteng. Kemudian akan datang masa tuamu, dan kemudian kamu akan mati. Jasadmu dikuburkan dan namamu akan dilupakan orang untuk selamanya.
     Namun kalau Engkau ikut berperang, setidaknya engkau telah berbuat sesuatu untuk negaramu. Meskipun akhirnya kamu akan mati mati dalam peperangan itu, namun peperangan akan kamu lakukan adalah perang besar yang akan dikenang selama seribu tahun yang akan datang.
      Dan akhirnya Achilles berangkat berperang dipihak Athena, menuju kerajaan Troya. Dalam peperangan itu akhirnya Achilles memang tewas seperti ramalan ibunya. Namun perang Troya adalah perang besar yang dikenang sepanjang masa. Nama Achilles juga dikenang terus sebagai pencetus ide Kuda Troya.....

Lima
     Dahulu kala tersebutlah seorang tukang emas yang sangat terkenal. Banyak raja, pangeran, puteri yang memesan perhiasan emas darinya. Perhiasan emas buatan situkang emas memang terkenal sangat bagus, indah dan halus. Namun bagaimanapun juga, usia akhirnya berangkat tua juga.
    Sadar akan hal itu, sang raja bertitah untuk memanggil si tukang emas. Setelah menghadap, sang Raja lalu bertitah : " Buatkan aku sebentuk cincin yang sangat bagus, yang belum pernah dibuat orang sebelumnya". Si tukang emas menyanggupi, dan beberapa hari kemudian perhiasan cincin itu telah selesai dan dihaturkan kepada sang raja.
    Raja rupanya sangat terkesan akan indahnya cincin emas itu. Kemudian beliau mengembalikan kepada si tukang emas sambil bertitah : " Tuliskan di cincin ini sebentuk tulisan yang menyebabkan engkau sangat terkenal". Si tukang emaspun membawa kembali cincin emasnya kerumah dan merenung, tilisan apa yang akan ditulis di cincin ini. Sehari, seminggu, sebulan, akhirnya si tukang emas menemukan satu tulisan yang sangat singkat, lalu dituliskan di cincin emas sang raja. Tulisannya berbunyi This too shall pass. Inipun akan seger berlalu.
    Lalu cincin emas itu dihaturkan lagi kepada sang raja. Dan benar, beberapa saat kemudian., si tukang emaspun berlalu alias meninggal dunia.
     Raja lebih terkesan lagi akan kata kata mutiara si tukang emas. Kitapun akan segera berlalu. Sebelum berlalu, apa yang bisa kita lakukan untuk sesama?. Sejak saat itu sang raja semakin giat dalam membangun negaranya. Semua fasilitas untuk rakyat, kesejahteraan rakyat dsb dsb dibangunnya. Dan pada saat sang raja berlalu, wafat, maka sang raja dikenang oleh rakyatnya sebagai raja yang hamemayu hayuning bawono, hambeg parama arta, gung binathoro, berbudi bawa leksono.......(diambil dari tulisan bp. Komarudin Hidayat) 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cerita inspiratif : Menikmati hidup, gaya kapitalis apa gaya ndeso........

 Cerita I

     Seorang petani lagi leyeh leyeh sambil menyeruput kopi diteras gubugnya. Dia berpakaian baju koko, nampaknya akan berangkat menuju pengajian. Tiba tiba datang seorang tamu, seorang motivator yang sering nongol di TV (entah ada acara apa kok tiba tiba bisa ketemu ama pak tani ini). Lalu sang motivator bertanya : "Bapak ini lagi ngapa, mengapa tidak bekerja disawah, atau beternak, setidaknya kan dapat uang tambahan?".
"O, tadi sudah bekerja disawah, merampungkan pekerjaan yang harus digarap hari ini"
"Mestinya bapak bisa bekerja lebih giat lagi, tidak kok hare gini sudah santai santai dirumah"
"Untuk apa?"
"Ya, bapak bisa mengumpulkan uang lebih banyak. Lalu bisa untuk membeli traktor atau alat modern lainnya, sehingga hasilnya meningkat. Atau untuk memperluas sawahnya. Bapak bisa mendapat uang lebih banyak lagi"
"Lalu...?"
"Ya, kalu bapak mendapat uang lebih banyak lagi, bapak kan bisa menikmati hidup ini..."
"Lha menurut bapak, saya ini sekarang sedang apa?. Ini kan lagi menikmati hidup. Bekerja disawah, lalu pulang, kumpul keluarga, bisa ketemu anak istri, lalu ini akan berangkat pengajian, ketemu saudara, teman tema, mendapat ilmu, mendapat siraman rohani......"

Cerita II
      Tetanggaku seorang bakul dipasar. Dagangannya berupa aneka barang plastik. Ada tas kresek, ada kantong plastik, ada sandal plastik, dus snack, dus nasi dsb. Adajuga aneka makanan ringan untuk anak anak, semacam chiki, kacang atom, juga minuman ringan. Nampaknya usahanya dipasar sudah maju. Bahkan untuk kulakan warung warung kecil dipedesaan.
     Dia bekerja mulai dari pagi jam 08.00 sd jam 16.00. Sore hari pulang, masih sempat bergaul dengan tetangga, menghadiri acara RT, PKK dan juga pengajian. Anak anaknya juga tumbuh normal, bermain, mengaji dan bergaul dengan anak anak tetangga.
     Banyak tetangga yang menyarankan agar dia juga membuka warung di rumah, untuk melayani kebutuhan tetangganya. Toh tetangganya juga banyak yang membuka warung dirumah. Bahkan digang lain juga banyak warung. Apa jawabnya?
"  Ya, biarlah tetangga yang membuka warung. Saya cukup kios yang di pasar saja. Lagian, kalau saya membuka warung dirumah, saya tidak bisa santai, tidak bisa ikut kegiatan kampung, waktuku habis untuk nyari duit. Yang buka warung dikampung biar tetangga yang tidak punya pekerjaan saja. Ya, bagi bagi rejekilah...."

Cerita  III
     Pemerintah menetapkan, bahwa kepemilikan gerai/ toko waralaba dibatasi maksimal 180 gerai saja. Ini untuk menekan dan membatasi ekspansi para pemilik modal gerai/ wralaba yang semakin menggurita. Ada waralaba toko minimarket yang mempunyai gerai dimana mana sampai warung warung kecil gulung tikar.
     memang gerai semacam ini selalu berusaha ekspansi semaksimal mungkin. Dimana ada kesempatan untuk buka cabang atau membuka gerai baru, selalu disabet kesempatan itu. Ya, memang pola pikir kapitalis memang demikian, jangan disalahkan. Pemerintahlah yang mestinya membuat regulasi agar antara usaha kecil/ rakyat yang bermodal kecil dapat tetap hidup, namun usaha usaha besar, waralaba dsb juga bisa mendapat kesempatan tumbuh. Pengaturan ini nampaknya sudah baik, tinggal bagaimana aplikasi di lapangan.
     Tapi yang jelas para pemilik waralaba ini orang orang yang kuat modal dan bisa menangguk keuntungan yang besar. Yang jelas juga, waralaba itu maunya menelan dunia...ekspansi terus sampai sejauh mana ia mampu

Cerita IV
     Dari cupliksan novel yang pernah kubaca, yang menceritakan ada seorang pengusaha yang selalu dikompas oleh para preman diujung gang. Sang preman dan gengnya hanya santai santai diujung gang, minum minum, gak mau kerja, tapi hanya ngompas orang orang lewat. Mereka iri dengan kehidupan bos bos yang kaya raya. Mestinya ya bagi bagi duit dong!
     Lalu sang bos yang biasa dikompas, dimintai jatah setiap hari, curhat di novel itu:
"....Kami bekerja sejak dini hari, disaat orang orang belum bangun. Kami siapkan usaha kami, lalu ketempat kerja, kami bekerja dari pagi hari sampai sore hari, lalu sore sampai malam kami merekap usaha kami, menyiapkan apa yang harus dikerjakan esok pagi, lalu malam hari masih menemui kolega, pendek kata kami bekerja dari pagi hari sampai malam hari. Bahkan kadang kami hanya tidur dua tiga jam sehari. Salahkan kami kalau kami dapat memetik keuntungan yang lumayan?
      Kenapa kami harus berbagi dengan mereka mereka yang tidak mau bekerja? yang tiap hari hanya nongkrong diujung gang dan mengompas orang orang berduit dengan alasan menjaga keamanan, bagi rejeki dan berbagai alasan lainnya? Kalau mau dapat duit banyak, ya harus mau bekerja dong
     Kami memang dapat menik mati hidup, akhir tahun kami dapat pergi berlibur keluar negeri atau ketempat wisata, tapi itu ya sebanding dengan kerja keras kami...........

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menambah kecerdasan akal....

     Imam Syafii pernah berfatwa : Empat hal yang menyebabkan seseorang bertambah akalnya, yaitu : meninggalkan bicara yang berlebihan, bersiwak, berteman dengan orang orang saleh dan bermajelis dengan para ulama. Kira kira fatwa ulama ini masih relevan gak ya dengan kondisi saat ini? Anak anak sekarang pasti akan menjawab, kalau untuk menambah kecerdasan akal ya belajar, atau buka internet atau apa lagi gituuu...
Yang dimaksud kecerdasan akal
  • bertambah kecerdasannya, intelegensianya
  • dapat mudah menerima ilmu pengetahuan baru
  • bertambah luas wawasannya
  • dapat menghargai orang lain, menghargai pendapat orang lain
  • tidak egois, mau menang sendiri
  • mempunyai nilai nilai diri yang tinggi
  • rasionya berjalan
meninggalkan bicara berlebihan
  • sesuatu yang berlebihan adalah dilarang. Yang wajar wajar sajalah
  • terlalu banyak bicara biasanya juga banyak bohongnya, banyak ngelantur yang ujung ujungnya menggunjing, ngrumpi orang
  • bicara yang bberlebihan, lalu menyangkut soal fatwa dan ternyata tidak benar, malah akan dosa
  • makanya bicara itu seperlunya saja
bersiwak
  • arti lahiriahnya, membersihkan mulut dengan kayu siwak. Kalau sekarang ya menggosok gigi. Jadi mulut secara lahir senantiasa bersih
  • pada hakekatnya, hendaklah kita mengucapkan kata yang baik baik saja. Apa yang keluar dari mulut kita, hendaklah kata kata yang baik dan jujur serta ucapan yang bersih. Gunakan waktu luang untuk berdzikir dan selalu mengingat Allah.
bertema dengan orang orang saleh
  • kita bisa menyerap pandangan pandangannya serta mengetahui intgritas diri dari orang orang saleh tsb
  • wawasan kita bertambah dan dapat memperkuat batin, sehingga kelak apabila suatu saat berteman dengan orang tidak baikpun, batin kita sudah kuat, tidah mudah terpengaruh oleh orang yang tidak baik tsb. Juga kuat menahan godaan
  • saat memang sulit untuk menseleksi seorang sahabat. Sulit untuk memilih teman. Kita mestinya tidak pilih pilih dalam bergaul, tapi setidaknya apabila sudah terbukti orang itu tidak nggenah, ya jangan dijadikan teman
  • ojo sanding kebo gupak
  • jadi berteman dengan orang saleh, pandai memilih teman, maka pengetahuan kita akan meningkat
bermajelis dengan para ulama
  • semakin sering kita berinteraksi dengan ulama/ orang pintar, semakin banyak ilmu yang dapat diserap. Sering sering menghadiri pengajian, kultum, pertemuan, diskusi dsb, jauh lebih berharga daripada ke pub, ngrumpi, cafe, pesta dsb
  • dengan siapa kita bermajelis, akan menentukan sikap dan pandangan kita selanjutnya
  • ilmu kita akan bertambah, karena sering bertukar pikiran dengan para ulama
  • bertanya kepada ahlinya
  • jangan memutuskan perkara yang kita tidak tahu ilmunya
  • jangan mengerjakan amalan yang kita tidak tahu dasarnya

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

aplikasi masy. madani/ civil society dlm kehidupan kita

kita sering mendengar penerapan masyarakat madani, atau merindukan masyarakat madani dalam kehidupan kita. masyarakat madani ialah masyarakat seperti jaman rasulullah masih hidup di madinah 14 abad silam. namun kenyataannya kerinduan kita itu hanya slogan aja, yang terjadi sehari hari jauh dari prnsip prinsip kehidupan masyarakat madani. mulut kita mengatakan rindu pada masyarakat madani, namun perbuatan kita sangat bertentangan dengan apa apa yang telah digariskan oleh rasulullah. justru masyarakat humanis dinegara barat sana secara tidak sadar sebenarnya telah menerapkan dasar dasar masyarkat madani, atau menurut bahasa mereka disebut civil society. apa saja prinsip prinsip civil society itu?

1. berpegang pada etika yang berlaku pada masyarakat.
    etika yang berlaku dimasyarakat merupakan prinsip dasar yang harus kita pegang dalam bertindak, bergaul dan dalam hubungan bermasyarakat. kenyataannya, etika ini sudah lama kita tinggalkan. lihatlah bagaimana perilaku pengendara kendaraan dijalan raya? sebenarnya crowded dijalan raya bukan karena semakin bertambahnya jumlah kendaraan atau panjang jalan yang kurang, melainkan lebih disebabkan oleh pengendara yang tidak tahu aturan, tidak pakai etika. demikian juga sering terjadinya percekcokan antar tetangga, paling sering terjadi karena etika yang sudah ditinggalkan. tenggang rasa yang dilupakan dan maunya enak sendiri tanpa mau mengerti perasaan orang lain/tetangga kita. untuk itu marilah kita kembali pada etika yang berlaku di masyarakat dan mengasah kembali tenggang rasa kita agarvtajam dalam menyelami perasaan orang lain.

2. jujur dan penuh integritas.
kejujuranpun sudah lama kita tinggalkan. mulai dari pedagang pasar, pns, pelaku usaha maupun para penyelenggara negara apalagi politikus sudah banyak yang tidak dapat dipercaya. padahal kita percaya bahwa semua perbuatan kita nanti akan dimintai pertanggung jawaban didepan Allah. perilaku korupsi, manipulasi, penipuan adalah bentuk bentuk ketidak jujuran. bila kejujuran sudah ditinggalkan, penyelenggaraan negara menjadi acakadut gak keruan. juga para penyelenggara negara yang gak punya integritas, maka kehidupan bernegara hanya dilaksanakan apa adanya, tanpa rasa tanggung jawab untuk memajukan.

3. punya rasa tanggung jawab yang tinggi
untuk itu kita harus punya ras tanggung jawab yang tinggi. beban apa yang diemban dipundak kita, sebagai pns, sebagai pengusaha atau sebagai penyelenggara negara harus disertai kesadaran bahwa amanat yang kita emban harus kita pertanggung jawabkan kepada yang memberi amanat maupun kepada Allah nanti. jika semua orang punya rasa tanggung jawab yang tinggi, maka semua beban pekerjaan mestinya akan rampung dengan baik.

4. hormat pada aturan hukum yang berlaku dalam bernegara dan bermasyarakat.
hukum dibuat untuk mengatur kehidupan. mestinya hukum harus dihormati dan dilaksanakan. kenyataan yang kita lihat sehari hari, bagaimana bisa mengakali hukum. hukum dibuat untuk dilanggar dan direkayasa untuk kepentingan sendiri atau golongannya. jika semangatnya adalah semangat mengakali hukum, apa jadinya kehidupan bernegara dan bermasyarakat?

5. menghormati hak orang lain.
contoh paling sering adalah tingkah laku para perokok! dengan dalih merokok adalah hak pribadi, mereka merasa boleh merokok semaunya. tidak tahukah mereka bahwa orang sekitarnya juga mempunyai hak untuk mendapat udara bersih? ternyata dalam kehidupan kita sehari hari, kita sering melanggar hak orang lain. kenikmatan dan kemudahan hidup yang kita terima, seringkali justru merugikan orang lain.

6. mempunyai rasa cinta pada pekerjaannya.
bekerja tidak hanya untuk mendapatkan gaji yang besar dan keuntungan bagi diri sendiri, tapi harus diniati dengan rasa ikhlas, diniati dengan ibadah dan rasa pengabdian. dengan demikian akan menimbulkan rasa cinta dan rasa memiliki pada pekerjaannya.

7. berusaha keras untuk investasi.
investasi dalam bentuk apapun diperlukan agar kita punya rasa aman manakala terjadi sesuatu yang diluar perkiraan kita. dengan investasi kita punya gambaran tentang hari tua dan berusaha untuk tidak menjadi beban orang lain.

8. mau bekerja keras.
jangan hanya menggelinding menyelesaikan tugas pokoknya, namun dalam bekerja kita harus berusaha untuk membuat prestasi dan melampaui standar yang dibebankan. jika yang kiat kerjakan hanya standar standar saja, maka tujuan dari organisasi tempat kita bekerja akan sangat lambat tercapai, bahkan mungkin akan kehilangan momentum momentum yang semestinya dapat kita raih.

9. mau menghargai waktu, tepat waktu.
ini juga merupakan penyakit bangsa kita! budaya molor, jam karet dan tidak menghargai waktu telah menjadi santapan kita sehari hari. padahal agama kita mengajarkan bagaimana kita harus menghargai waktu, tepat waktu dan selalu menggunakan waktu itu untuk hal hal yang bermanfaat
Nah, prinsip prinsip civil society ini barangkali masih jauh dari apa yang kita laksanakan sehari hari. jika kita merindukan terbentuknya masyarakat madani, mestinya prinsip prinsip masyarakat madani harus kita terapkan dalam kehidupan kita sehari hari. jangan hanya berucap, tapi tingkah laku kita jauh dari apa yang mestinya kita kerjakan. ini hanya sumbang saran menuju kehidupan bermasyarakat yang lebih baik. salam.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS