melihat Bali dari sudut lain.......

     Bila kita berkunjung dan berwisata ke Bali, pasti tidak jauh jauh dari Pasar seni Sukowati, Garuda Wisnu Kencana, Tanah Lot, pantai Kuta dan obyek obyek wisata lain yang telah mendunia.  Kita mengikuti tur melalui biro perjalananpun, obyek yang kita kunjungi pasti ya itu itu saja. Pada akhir maret sd awal april 2012 yl, saya berkesempatan mengunjungi Bali tanpa melalui biro perjalanan, alias wisata sendirian. Sengaja memang saya ingin melihat Bali dari sudut yang lain, atau obyek obyek wisata yang jarang ditampilkan. Dan ternyata banyak sekali. Memnag benar ada ungkapan bahwa setiap jengkal tanah di Bali itu bisa disulap menjadi obyek wisata yang menarik untuk di kunjungi. Apa saja obyek wisata yang mungkin bisa anda kunjungi bila suatu saat nanti mengunjung Bali?.

Hutan mangrove Denpasar
     Kita tahu, bahwa hutan alam kita telah banyak yang rusak. Baik itu hutan hujan tropis, hutan cagar alam maupun hutan mangrove. Nah, Bali ini salah satunya yang berhasil mereboisasi hutan mangrove, walaupun dalam pelaksanaannya dibantu oleh dana dari JICA Jepang. Namun sangat baik untuk ditiru oleh daerah lain yang hutan mangrovenya telah rusak, abrasi pantainya parah dan untuk melestarikan alam, pantai, tempat berkembang biak udang, ikan dan hewan hewan lainnya.
     Hutan magrove Denpasar ini terletak di pinggir jalan by pass menuju Nusa Dua dan pelabuhan Benoa. Pantai seluas entah berapa ribu hektar telah berhasil dihutankan kembali dengan tanaman mangrove, pohon api api dan tanaman pantai lainnya. Suasananya sangat sejuk, dibagian bawah berupa rawa rawa air payau, tempat berkembang biak udang dan ikan lainnya. Sedang dibagian atas, pada dahan dahan pohon mangrove, bakau dan  api api, banyak dihuni oleh burung, monyet dan hewan lainnya. Suasananya betul betul seperti hutan dengan suara aneka burung dan satwa lainnya.
     Ditengah tengah hutan mangrove ini dibuat jalan yang melintas diatas air payau, terbuat dari kayu, membelah hutan, bercabang, melingkar sampai kepabuhan Benoa. Kita bisa berjalan melalui jalan setapak yang terbuat dari kayu ini, menikmati kesejukan hutan mangrove Denpasar. Jika ingin melihat lebih luas, tersedia gardu pandang berupa menara yang terbuat dari kayu, menjulang tinggi puluhan meter.
     Hutan mangrove berada dibawah pengelolaan kementerian kehutanan, namun pengelolaan sebagai obyek wisata berada dibawah Pemda Bali.

Persawahan terasering Jatiluwih
     Sawah dengan sistim terasering sesungguhnya banyak kita jumpai di daerah lain. Tetapi sawah berterasering dengan pengelolaan yang baik, luas (300 ha), lestari dan dikemas menjadi obyek wisata, salah satunya, ya sawah berterasering desa Jatiluwih ini.
    Sawah terasering ini terletak di desa Jatiluwih, kecamatan Penebel. Kabupaten Tabanan. Dikaki gunung Batukaru, jadi hawanya sejuk, pada ketinggian 1000 m dpl, lk 47 km dari Denpasar, kearah utara, melalui Tabanan, kecamatan Penebel dan desa Jatiluwih.
     Sawah dibuat mengikuti kontur tanah, dengan pematang yang memanjang sesuai ketinggian. Jadi kelihatan sangat indah, berundak undak luas sekali. Menghijau pada saat padi masih muda dan menguning pada saat padi tua. Pemandangan akan lebih lengkap dengan beberapa petani yang sedang bekerja. Kadang juga diselingi beberapa kandang kerbau ditengah sawah.
    Tak hanya persawahan yang indah, desa Jatiluwih juga masih menjaga tatanan adat dan kehidupan masyarakat  pedesaan, sehingga desa ini pernah dinominasikan sebagai desa warisan dunia / world heritage site. 
    Oleh karena sudah menjadi obyek wisata, maka juga ada  fasilitas pendukung berupa rumah makan, rest area dan areal pandang. oleh oleh khas desa Jatiliwih adalah beras merah yang telah dikemas dalam wadah 1 kg. Kita juga bisa menikmati teh beras merah, diminum panas panas pada udara yang sejuk, nikmat sekali. 

Desa adat Penglipuran
     Desa ini sangat tenang jauh dari hiruk pikuk kramaian obyek wisata. Berjarak 45 km dari Denpasar, termasuk dalam wilayah kab. Bangli.
     Memasuki desa ini, kendaraan diparkir diluar desa, lalu kita berjalan kaki memasuki areal desa. Jalan ditengah desa ini terbuat dari semen selebar 2 m dan kiri kanan jalan semen tersebut ada hamparan rumput yang menghijau, ditata sangat rapi. 
     Keindahan desa ini juga karena semua bangunan mengandalkan bahan yang terbuat datri bambu. Rumah, dinding, atap dan bagian rumah yang penting terbuat dari bambu. Cendera mata khas desa ini juga terbuat dari bambu. Bahkan diluar desa, ada hutan bambu seluas 20 ha, yang menjadi cadangan bahan baku rumah dan produk kerajinan khas desa ini.

Masih banyak obyek wisata di Bali yang "lain daripada yang lain". Lain dari pada yang selama ini kita kunjungi. Anda bisa melihat antara lain :
1. Desa Baha.
2. Bali bird park
3. Kebun Raya Eka Karya Bali (Bali Botanic Garden)
Dan masih banyak lagi obyek obyek wisata yang mungkin tidak pernah kita lirik pada waktu mengunjungi Bali. So, marilah kita melihat Bali dari sudut pandang yang lain.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

gudeg..riwayatmu kini......

     Bicara tentang gudeg, pasti kita akan mengaitkan dengan kota Jogja. memang masakan gudeg telah menjadi ikon kota Jogja.Kalau kita berwisata ke Jogja, tidak lengkap rasanya kalau tidak mencicipi masakan yang satu ini. Gudeg dapat kita jumpai diseantero wilayah, mulai dari rumah makan kelas elit sampai ke dalam gang sempit. Mulai dari yang dijajakan ala restoran, sampai yang dijajakan diatas lincak. Namun kini gudeg bukan lagi monopoli kota Jogja. Daerah lain, terutama yang berdekatan dengan Jogja, sepeerti Solo, Magelang bahkan Semarang, juga  kita jumpai masakan gudeg ini.

Antara Jogja dan Solo
     Dulu perbedaannya mudah ditebak. Gudeg Jogja pasti manis. Orang Solo yang tidak begitu suka masakan yang terlalu manis lalu mengatakan "ah, gudeg Jogja terlalu manis". Maka dikembangkanlah gudeg Solo yang lebih cenderung ke asin. Namun kini nampaknya membedakan gudeg dari asin dan manisnya, sudah sulit. Gudeg Solo yang manispun juga ada. Sebaliknya gudeg Jogja yang tidak terlalu manis juga bisa kita jumpai. Lantas apa yang bisa membedakan ciri khas masing masing gudeg dan asalnya?.
     Disamping gudeg yang 'konvensional', di Jogja sekarang lebih dikenal dengan gudeg kering. Artinya tanpa kuah. Nasi gudeg biasanya terdiri dari sayur gudeg, yang terbuat dari nangka muda,  sambal goreng dan lauk, yang bisa berupa ayam, telur atau tahu tempe.
     Sayur gudeg yang terbuat dari nangka muda, dulu masih berkuah sedikit (nyemek2) dengan warna merah kehitaman. Sekarang gudeg Jogja cenderung kering tanpa kuah dan berwarna hitam. Saya tidak tahu warna hitam ini dengan perwarna apa, mudah mudahan bukan perwarna yang dilarang seperti boraks misalnya. Dulu perwarna alami hanya berupa daun jati.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

masyarakat diajak membuat kompos......lalu?

     volume sampah dari hari kehari semakin besar saja. menurut data, rata rata setipa orang memproduksi 1 sd 2,7 kg sampah perhari. andai dalam sebuah kota berpenduduk 1 juta orang, dan rata rata setiap orang memproduksi 1,5 kg sampah, maka dalam sehari akan dihasilkan 1500 ton sampah. celakanya, pengelolaan sampah saat ini baru sekedar "memindahkan" sampah. dari tempat sampah dirumah, dipindah ketempat sampah didepan rumah, lalu dipindah oleh pak sampah ke gerobag sampah, lalu dibawa ke TPS dan akhirnya oleh truk sampah dibawa ke TPA. jadi jangan heran kalau TPA cepat penuh dan usia pakai TPA makin singkat
     Pemerintah giat mendorong agar masyarakat lebih besar lagi berpartisipasi dalam pengelolaan sampah. Bahwa sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun masyarakat, pelaku usaha dan swastapun punya peran dalam mengelola sampah. Menyadarkan masyarakat untyuk memilah sampah, dimana sampah anorganik (plastik, kertas, botol dsb) bisa di daur ulang dan sampah organik dibuat kompos, masih belum banyak membuahkan hasil. Memang sudah banyak kelompok kelompok masyarakat yang melaksanakan pembuatan kompos, baik secara sederhana, kecil kecilan, sampai yang sudah membuat dengan skala besar. Hasil pengomposan ada yang dipakai sendiri, untuk media pot, namun banyak pula yang sebenarnya berharap agar kompos itu dapat dijual.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

gimana menyiukapi pengurangan BBM bersdubsidi

pemerintah berketetapan hati untuk mengurangi subsidi BBM nanti pada april 2012. ya memang sudah seharusnya, karena kalau tidak begitu maka subsidi BBM di APBN akan membengkak entah jadi berapa ratus triliun. masyarakatpun perlu sadar akan seberapa kemampuan pemerintah, yang pada akhirnya masyarakat itu sendiri harus merubah sikap bagaimana untuk bisa menghemat BBM

nanti pada april 2012, kendaraan plat item dilarang menggunakan premium dan harus menggunakan pertamax. mari kita sambut dsan sikapi rencana pemerintah itu dengan lebih bijak, jangan cuma menentang, menghujat dan menyalahkan pemerintah. sebenarnya harus disadari bahwa kita dalam menggunakan BBM itu kurang bijak dan cenderung boros. kita pasti akan lebih memilih kendaraan pribadi dari pada angkutan umum. ini akan mengakibatkan penggunaan BBM boros dasn tidak efisien, juga akan menimbulkan kemacetan dijalanan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

pembangunan....mestinya untuk memecahkan masalah

pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah, baik menggunakan dana APBN, APBD maupun dana lainnya mestinya meningkatkan kesejahteraan dan rasa kenyamanan masyarakat. Namun sering kita jumpai, bahwa pembangunan yang dilaksanakan justru menimbulkan permasalahan baru yang pada akhirnya justru harus membuat anggaran baru. Jadi memecahkan masalah dengan membuat masalah baru yang akan menambah beban anggaran pemerintah dan membuat masyarakat menjadi tidak nyaman.

Seperti yang saya contohkan pada tulisan saya yang lalu, bahwa sluran yang diberi penutup diatasnya, dengan maksud untuk keindahan, ternyata justru malah membuat banjir. Hal ini terjadi karena lumen saluran menjadi menyempit dan inlet kesaluran sangat kecil tanpa memperhitungkan debet air, lebih lebih waktu terjadi hujan deras. Akhirnya terjadilah banjir pada setiap hujan. Solusinya?..., ya terpaksa membuat anggaran baru untuk menyesuaikan debet air, inlet saluran dan lumen saluran agar bisa menampung semua air yang masuk ke saluran. Pada akhirnya terjadi pemborosan anggaran, hanya gara gara perencanaan yang tidak baik. Pembangunan yang justru menimbulkan masalah baru.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS